Illustrasi. Dok : ANT/Ahmad S. .
Illustrasi. Dok : ANT/Ahmad S. .

Uni Emirat Arab Jajaki Investasi di Mandalika Tol hingga Kilang

Annisa ayu artanti • 04 Juli 2019 20:37
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerima delegasi pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) yaitu Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) untuk menjajaki potensi investasi beberapa proyek pengembangan usaha perusahaan BUMN.
 
Rombongan delegasi UEA bertemu dengan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha (RPU) Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro dan Staf Khusus IV Menteri BUMN, Alex Sinaga beserta perwakilan Direksi dari delapan perusahaan BUMN.
 
Dalam pertemuan tersebut, Aloysius menawarkan salah satu potensi bisnis yang besar di Indonesia, yakni Mandalika. Mandalika akan menjadi kawasan yang ramah lingkungan dan energi yang terbarukan.

“Mandalika akan menjadi destinasi pariwisata yang besar seperti halnya Bali,” kata Aloysius melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Selain Mandalika, perwakilan PT Pertamina (Persero) juga memaparkan potensi kerja sama di bidang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan serta pengembangan infrastruktur dan suplai LPG jangka panjang.
 
Waskita Karya juga menjelaskan mengenai potensi proyek infrastruktur yang telah mereka kerjakan, diantaranya Tol Trans Jawa dan Tol Becakayu (Bekasi, Cawang, Kampung Melayu).
 
"Tol Becakayu Seksi I memiliki masa konsesi 45 tahun yang mana Waskita Karya memiliki saham sebesar 99,7 persen. Untuk Section 1BC dari Bekasi, Cawang, Kampung Melayu tol road sudah berperasi sejak Nov 2017 dan sisanya diperkirakan selesai akhir 2018 dan 2019,” jelas Direktur Pengembangan Bisnis & Quality, Safety, Health & Environment Waskita Karya, Fery Hendriyanto.
 
Sementara itu, Executive Director Private Equities Department ADIA, Hamad Al Dhaheri menyatakan bahwa pihaknya sangat berpengalaman dalam berinvestasi pada lini bisnis jalan tol.
 
Dia menuturkan pola pengembangan proyek infrastruktur dari green menjadi brown field untuk kemudian dilepaskan sahamnya kepada umum merupakan best-practice di sejumlah negara.
 
“Secara global, kami sudah berinvestasi di proyek-proyek jalan tol sebelumnya, seperti di Kanada dan Australia,” sebut Hamad.
 
Setelah presentasi, Hamad menyampaikan bahwa hasil pertemuan ini akan diolah secara internal sebelum kedatangan putra mahkota ke Indonesia.
 
Kementerian BUMN optimistis pertemuan ini berpotensi menghasilkan nilai pengembangan usaha dan investasi yang menjanjikan bagi kedua belah pihak mengingat posisi tawar Indonesia yang cukup baik di antara negara pasar berkembang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan