Ilustrasi. MI/Palce Amalo
Ilustrasi. MI/Palce Amalo

Pemerintah Dorong Implementasi Blue Economy

Ekonomi lingkungan hidup
Tesa Oktiana Surbakti • 03 April 2015 14:51
medcom.id, Jakarta: Pemerintah terus menggalakkan konsep blue economy. Gerakan itu dinilai mampu membantu melepaskan masyarakat dari jeratan kemiskinan. Sebab pembangunan di wilayah tersebut akan melibatkan partisipasi masyarakat secara penuh.
 
"Kita perlu membuat pembangunan yang berkelanjutan dan pendekatannya itu lingkungan. Blue economy ini bisa sebagai gerakan penyelamatan lingkungan sekaligus membangun kesejahteraan masyarakat pesisir seperti nelayan," tutur Menteri Koordinator Maritim Indroyono Soesilo di Gedung BPPT, seperti dikutip Jumat (3/4/2015).
 
Sebab, sambung dia, dari tatanan konsep blue economy mengusung pendekatan terhadap aktivitas industri dengan menguatkan partisipasi masyarakat melalui transfer pengetahuan, kewirausahaan yang kompetitif dan membuka lapangan pekerjaan menuju pengentasan kemiskinan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini, lanjut Indroyono, Indonesia sudah mengaplikasikan blue economy di wilayah Lombok Selatan, Nusa Tenggara Barat, yang juga menjadi kawasan percontohan. Kawasan pesisir itu dipilih lantaran masuk dalam wilayah miskin di urutan empat se-Indonesia.
 
Pembangunan yang tengah dilakukan meliputi program perikanan budidaya, perikanan tangkap, mangrove hingga wisata bahari. Ke depan, kata dia, pemerintah akan menerapkan konsep blue economy di seluruh kawasan pesisir. Pasalnya area pesisir memiliki sumber daya alam yang berlimbah, namun sayangnya kesejahteraan masyarakat di sana terbilang rendah.
 
"Itu karena seringkali pembangunan yang ada di pesisir tidak melibatkan masyarakat. Makanya perlu ada konsep terpadu agar ekonomi masyarakat ikut terdongkrak. Pelan pelan lah kita gerakkan," ujarnya.
 
Pun blue economy dalam pencapaian tujuannya, turut menyertakan partisipasi perusahaan dalam kegiatan Corporate Social Responsibilty (CSR), perbankan melalui permodalan dan pemerintah melalui kegiatan pelatihannya. "Blue Economy bisa jadi wadah terpadu untuk penyaluran CSR atau bantuan kredit. Jadi sasarannya lebih jelas," tukas dia.
 
Sebentar lagi Indonesia akan menjadi tuan rumah kongres blue economy ke-9 yang diselenggarakan di Surabaya pada 13-15 April. Kongres tersebut merupakan kelanjutan kongres yang sebelumnya dilangsungkan di Madrid, Spanyol.
 
Indroyono pun berharap ajang ini bisa mempertontonkan potensi kekayaan Indonesia kepada dunia berikut apa yang menjadi kendala dalam pembangunannya. Sehingga masyarakat dunia bisa tergerak untuk menyalurkan sumber daya yang dimiliki ke Indonesia.
 
"Ketika Indonesia bisa menunjukkan ke dunia, nanti sumber daya bisa ngalir ke situ. Tentu itu sangat berarti dalam pembangunan ke depan. Apalagi sekarang ini para pemimpin dunia tengah membuat rancangan Sustainability Development Goals (SDG) yang di antaranya menyangkut sumber daya laut (maritim). Pada akhirnya Indonesia yang terkenal dengan kekayaan lautnya turut disorot," kata Indroyono.
 

(WID)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif