"Untuk tantangan dari kualitas internal organisasi, potensi perpecahan organisasi, minimnya kader memadai, menurunnya jumlah anggota, perangkat organisasi yang belum sesuai perkembangan teknologi, dan sistem check off system dikelola kurang baik," kata Ketua Umum KSPSI Yorrys Raweyai saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KSPI, Kamis 22 Februari 2018.
Yorrys berharap KSPSI bisa menjadi professional, modern dan mandiri. Apalagi, ia melihat tantangan ke depan sangat berat.
Menurut dia, ketenagakerjaan nasional dan industri nasional saat ini memiliki upah murah, tingkat serapan pasar tenaga kerja tak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Tak hanya itu, lanjut dia, ekonomi digital yang disrupitive (menciptakan pasar baru) mengakibatkan PHK disektor perbankan, kompetensi pekerja belum memadai dan lesunya sektor real.
"Tidak terproteksinya pekerja lokal dengan pekerja asing, minimnya pengawasan ketenagakerjaan, dan produk jaminan sosial belum optimal," ucap dia.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, tak semua kondisi perindustrian mengalami perubahan, seiring dengan perkembangan zaman saat ini.
"Dilihat dari sektor makanan dan minuman, batu dan tembakau indutri terbesar dan beberapa sektor tertentu ada perubahan" kata dia.
Namun, lanjt Ketum Golkar ini, para pelaku industri harus melek teknologi. Pasalnya, pihak industri lain mengenal dunia digital yang saat ini berkembang. "Maka dari itu harus adanya pelatihan untuk mengenal dunia digital," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News