Kapasitas pabrik semen yang ada di Rembang mencapai tiga juta ton per tahun dengan nilai investasi pabrik mencapai Rp4,5 triliun.
Dengan demikian, maka total kapasitas produksi Semen Indonesia akan bertambah di 2017. Tak hanya itu, proses pembangunan pabrik juga telah menyerap tenaga kerja langsung dari Rembang dan memberikan efek positif bagi ekonomi daerah sekitar Rembang.
"Desain pabrik tersebut tiga juta ton per tahun. Bersama unit pendukungnya bisa sekitar 1.600 masyarakat rembang yang akan bekerja di pabrik Semen Rembang," ucap Agung kepada Metrotvnews.com, Kamis (8/12/2016).
Bahkan apabila pengoperasian pabrik lancar, menurut Agung, maka angka total pekerja bisa bertambah lagi. Namun, belum termasuk mitra binaan yang akan dijalankan oleh manajemen Semen Gresik yang ada di sana. Agung menjelaskan perusahaan mengharapkan rencana beroperasi di awal 2017 bisa terjadi. Tapi, manajemen masih menunggu kepastian hukum dan legal terkait pabrik Semen Rembang tersebut.
"Rencana operasi kita tunggu issue legalnya dulu. Dukungan dari Pemerintah dan DPR penuh untuk kami. Ya itu, kami masih menunggu hasilnya. Insya Allah, kalau persoalan legalnya mengizinkan kami," jelas Agung.
Tak hanya pemerintah dan DPR, sambung Agung, masyarakat daerah Rembang juga memberikan dorongan terus kepada manajemen, agar pabrik Semen Indonesia di Rembang bisa berjalan.
"Alhamdulillah, dukungan masyarakat sekitar sangat besar. Mohon doa dan dukungannya agar kami tetap dapat eksis secara legal dan dapat membawa manfaat lebih bagi warga sekitar," tutur Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News