Ilustrasi. (Foto: Antara/Wahyu Putro).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Wahyu Putro).

Industri Mamin Terus Berinovasi

Ekonomi industri makanan
24 April 2018 11:38
Jakarta: Kementerian Perindustrian beberapa waktu lalu telah menerbitkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang diresmikan langsung Presiden Joko Widodo. Langkah strategis yang menjadi gerakan nasional ini bertujuan mentransformasi dan mengintegrasikan dunia digital atau online dengan lini produksi di sektor industri.
 
Industri makanan dan minuman (mamin) termasuk salah satu dari lima sektor percontohan dalam implementasi kebijakan ini. Oleh karena itu, Kemenperin terus berupaya semakin meningkatkan inovasi dan daya saing sektor industri tersebut. Apalagi, industri mamin mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.
 
Menurut data Kemenperin, pada 2017 sektor itu menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas yang mencapai 34,33 persen. Di samping itu, pertumbuhannya sebesar 9,23 persen, atau meningkat jika dibandingkan dengan 2016 sekitar 8,46 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Industri mamin berperan penting terhadap pemerataan usaha di Tanah Air karena sebagian besar pelakunya berskala industri kecil dan menengah (IKM)," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan Pameran Produk Industri Makanan dan Minuman 2018 di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin, 23 April 2018.
 
Menurut Airlangga, di era industri keempat semua proses produksi berjalan melalui internet sebagai penopang utamanya. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi serta efisiensi biaya produksi bagi manufaktur, termasuk di industri mamin.
 
Guna mendorong percepatan implementasi Industri 4.0 tersebut, kata Airlangga, Kemenperin berperan mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten melalui program pendidikan vokasi. "Selain itu, Kemenperin bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mendorong untuk membangun innovation center," tuturnya.
 
Keringanan pajak
 
Dengan adanya pusat inovasi tersebut, pelaku IKM sektor mamin diharapkan juga dapat memanfaatkan pengembangan teknologi sehingga produk yang dihasil-kan mampu kompetitif di pasar domestik dan untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Pemerintah, kata dia, juga tengah menyiapkan insentif superdeductible tax. Pemotongan pajak ini akan diberikan kepada industri yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi serta membangun pusat inovasi.
 
Terkait dengan kegiatan pameran, Airlangga mengatakan hal ini sebagai bagian dari upaya memfasilitasi perluasan pasar produk-produk industri nasional. Kemenperin juga aktif berpromosi, baik melalui pameran di dalam dan luar negeri. "Agenda pameran untuk promosi produk industri mamin yang rutin kami laksanakan setiap tahunnya adalah pameran industri makanan dan minuman dan bazar Lebaran," ujar Airlangga. Pameran industri mamin tahun ini akan berlangsung selama lima hari, 23-27 April 2018 yang dibuka untuk umum pada pukul 09.00-16.00 WIB.
 
Di acara yang sama, Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto menyampaikan industri mamin nasional diyakini tetap tumbuh positif pada 2018. Momentum pemilihan kepala daerah yang berlangsung tahun ini di berbagai wilayah di Indonesia, kata dia, berpotensi meningkatkan konsumsi produk mamin lokal. "Kami memproyeksi kinerja industri mamin tahun ini sebesar 8-9 persen, sebagai target moderat," ujarnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif