Dirut PT Hotel Indonesia Natour Iswandi Said (kiri) dan Sales & Marketing Vice President HIN Sakti Prameswari (kanan). (FOTO: Metrotvnews.com/Fitra)
Dirut PT Hotel Indonesia Natour Iswandi Said (kiri) dan Sales & Marketing Vice President HIN Sakti Prameswari (kanan). (FOTO: Metrotvnews.com/Fitra)

Hotel Indonesia Group Ekspansi Hotel hingga Kabupaten

Fitra Iskandar • 28 Juli 2017 15:14
medcom.id, Bali: Salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Hotel Indonesia Group, akan melakukan pengembangan hotel hingga ke kabupaten.
 
Ke depan, sebagai jaringan perhotelan nasional terbesar yang mengedepankan layanan khas Indonesia dan bertaraf internasional, HIG akan mengoperasikan hotel (berbagai bintang) di seluruh ibu kota provinsi di Indonesia, bahkan hingga kabupaten.
 
"Dengan keberadaan hingga tingkat kabupaten tersebut, para wisatawan lokal maupun mancanegara akan semakin terbuka mendapatkan layanan akomodasi dengan keramahtamahan khas Indonesia ketika mereka melakukan perjalanan maupun liburan ke berbagai kota dan destinasi di Indonesia," ujar Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN Iswandi Said dalam pertemuan dengan media di Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Jumat 28 Juli 2017.

Dia menambahkan, sejalan dengan visi dan rencana jangka panjang perusahaan, saat ini HIG juga fokus melaksanakan penetapan standar berbagai hotel berbintang yang dioperasikan.
 
Proses standarisasi yang dilaksanakan meliputi berbagai aspek layanan dan operasional (Food & Beverage, Rooms Division dan lain-lain); di mana penetapan standar tersebut dilaksanakan secara mendetil seperti penetapan standar ukuran/size kamar, produk kamar, amenities, layanan front office, housekeeping, laundry, transportasi, dan lain-lain.
 
HIG yang bertujuan membentuk konsolidasi seluruh hotel yang dimiliki BUMN diresmikan oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno pada 28 September 2016. Sejalan dengan peresmian tersebut, Kementerian BUMN  menunjuk PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN sebagai koordinator HIG.
 
Saat ini HIG beranggotakan 43 hotel yang terdiri dari tujuh hotel Patra Jasa (anak perusahaan Pertamina), tujuh hotel Aero Wisata (anak perusahaan Garuda Indonesia) dan 14 Hotel Indonesia Natour. Selanjutnya sembilan hotel milik Pegadaian (Pesonna Hotels), satu hotel milik Taman Wisata Candi (Manohara Hotel Borobudur) dan juga lima hotel milik PT Jakarta Tourisindo bergabung dalam Hotel Indonesia Group.
 
Dalam perkembangannya, selain hotel-hotel BUMN, berbagai hotel milik BUMD, Pemda, dan bahkan swasta saat ini telah dan tertarik untuk bergabung dalam HIG.
 
"Selain diharapkan menjadi hotel chain nasional terbesar di Indonesia sehingga hotel-hotel tersebut menjadi tuan rumah di negeri sendiri, HIG akan menjadi model pengelolaan jaringan hotel nasional yang efisien dan kompetitif mengingat konsep sinergi yang diterapkan dalam pengelolaannya," jelasnya.
 
Dalam kaitan dengan pengembangan HIG tersebut, dia menekankan bahwa HIN harus dapat menjadi role model bagi hotel-hotel BUMN yang lain dalam rangka sinergi national hotel chain tersebut. Sejalan dengan hal tersebut, saat ini HIN melaksanakan program transformasi perusahaan yang meliputi: Turn Around (2017), Growth (2018), Leading (2019), Worldwide (2020), dan Expansion (2021).
 
"Transformasi yang dilaksanakan HIN tidak terlepas dari komitmen sebagai BUMN yang Hadir untuk Negeri dan membantu menyukseskan program pemerintah untuk mendatangkan 19 juta wisatawan pada 2019 nanti," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan