NEWSTICKER
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto : AFP.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto : AFP.

Pemerintah Gelontorkan Rp742,4 Miliar Pulihkan Pariwisata Akibat Korona

Ekonomi Virus Korona paket kebijakan ekonomi
Suci Sedya Utami, Nur Azizah • 25 Februari 2020 20:48
Jakarta: Pemerintah menyusun paket kebijakan ekonomi sebagai stimulus untuk mengantisipasi dampak lanjutan penyebaran wabah virus korona, khususnya bagi sektor pariwisata.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan untuk tetap menggairahkan sektor pariwisata di Tanah Air yang ikut terpapar virus tersebut, Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp742,4 miliar.
 
Anggaran tersebut akan dialokasikan sebesar Rp298,5 miliar untuk menggaet wisatawan asing. Ani, sapaan akrabnya, menjelaskan alokasi anggaran tersebut melalui dunia penerbangan dan agen perjalanan di Tanah Air. Dirinya mengatakan harapannya agar bisa mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam rangka memberikan insentif per satuan wisatawan yang bisa dibawa ke dalam negeri untuk airlines, travel agent untuk join promotion, untuk tourist representative, dan untuk influencer. Itu semua dalam rangka membawa wisman ke dalam negeri," kata Ani di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020.
 
Selain untuk mendatangkan wisatawan asing, pemerintah juga memberikan stimulus bagi wisatawan dalam negeri dengan menggelontorkan Rp443,9 miliar. Anggaran tersebut diberikan sebagai kompensasi dari pemberian diskon tarif pesawat sebesar 30 persen dari tarif riil yang berlaku untuk 25 persen total kursi yang tersedia di setiap penerbangan, terutama untuk 10 destinasi wisata pilihan.
 
"Insentif dalam bentuk diskon 30 persen dari 25 persen seat pesawat yang menuju 10 destinasi pariwisata," tutur Ani.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan sektor pariwisata Indonesia akan terkenda dampak merebaknya virus Korona. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan Pemerintah Tiongkok melarang warganya untuk berpergian ke luar negeri termasuk Indonesia untuk mencegah penyebaran virus lebih masif. Demikian pula sebaliknya, pemerintah telah menghentikan sementara izin seluruh maskapai yang menuju ataupun dari Tiongkok.
 
Apalagi, kata Suhariyanto, mayoritas wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia merupakan warga negara Tiongkok. Misalnya saja sepanjang 2019, jumlah turis asal Tiongkok yang datang ke Indonesia mencapai 2,07 juta orang atau 12 persen dari total wisatawan mancanegara yang berkunjung.
 
"Kalau ada larangan pasti dia akan berpengaruh pada jumlah wisman, pasti. 12 persen lumayan tinggi dari total 16,11 juta orang, itu seperdelapannya," tutur Suhariyanto.
 
Sementara pada Desember 2019 ketika musim liburan, turis asal Tiongkok menempati posisi ketiga yakni dengan jumlah 125,6 ribu orang yang berkunjung atau 11,2 persen dari total turis yang berkunjung sebanyal 1,37 juta orang.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif