NEWSTICKER
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto : Medcom.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto : Medcom.

OJK Kaji Promosi Produk Investasi di Perbankan

Ekonomi ojk
Antara • 26 Februari 2020 17:05
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengkaji ulang penjualan produk investasi melalui bank di antaranya produk kerja sama perusahaan asuransi dengan perbankan atau bancassurance menyusul kasus Jiwasraya.
 
"Ini harus diluruskan ke depan mana saja instrumen yang bisa dijual melalui bank. Kalau itu proteksi bolehlah, kalau investasi nanti dulu akan kami lihat instrumen investasi apa yang boleh dijual di bank," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dikutip dari Antara, Rabu, 26 Februari 2020.
 
Menurut dia, tidak ada produk reksa dana yang memberikan jaminan imbal hasil karena selain dari harga, instrumennya termasuk saham itu juga kerap mengalami gejolak. OJK tidak menghapus produk tersebut namun meminta agar skema diubah menjadi non guaranteed return.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan dibubarkan, dia yang skema produk itu tolong dikembalikan dulu, abis itu jadi kontrak baru menjadi non guarantee return," katanya kepada wartawan.
 
Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyebut potensi kerugian negara dari kasus gagal bayar Jiwasraya mencapai Rp13,7 triliun.
 
Potensi kerugian itu timbul karena adanya tindakan melanggar prinsip tata kelola perusahaan menyangkut pengelolaan dana yang dihimpun melalui program asuransi saving plan. Produk tersebut menawarkan bunga yang tinggi hingga 13 persen.
 
Adapun penempatan Investasi asuransi BUMN itu di antaranya saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial. Dari jumlah itu, sebesar lima persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik dan 95 persen ditempatkan di saham yang berkinerja buruk. Selain itu, korporasi juga berinvestasi di reksadana sebanyak 59,1 persen persen senilai Rp14,9 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 98 persen dikelola manajer investasi berkinerja buruk.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif