Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Tembus Rp28,2 Triliun
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) mencatat pembiayaan baru sebesar Rp28,2 triliun hingga kuartal III-2018 atau naik sebanyak 19 persen secara tahun ke tahun dibandingkan dengan periode sembilan bulan di 2017. Adira Finance berharap kinerja ini bisa terus dipertahankan dan nantinya ditingkatkan hingga akhir tahun.

"Kedua segmen sepeda motor dan mobil memberikan kontribusi kuat terhadap pertumbuhan secara keseluruhan," ungkap Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli, seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 31 Oktober 2018.

Piutang pembiayaan yang dikelola mencapai Rp49,7 triliun atau meningkat sebanyak 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, Adira Finance cukup puas dapat mencatat pertumbuhan laba bersih yang kuat hingga mencapai Rp1,35 triliun. Kondisi itu bisa tercapai di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Sementara itu, tambah Hafid, penjualan sepeda motor domestik tercatat sebesar 4,7 juta unit atau naik sembilan persen secara tahun ke Kemudian penjualan mobil tumbuh sebanyak tujuh persen menjadi 857 ribu unit, didukung oleh pertumbuhan penjualan mobil komersial 20 persen.

"Proyek-Proyek infrastruktur, konstruksi, dan pertambangan turut membantu meningkatkan penjualan segmen mobil komersial," ungkap Hafid.

Secara keseluruhan, masih kata Hafid, pembiayaan mobil tumbuh sebesar 28 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp12,4 triliun. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pembiayaan mobil baru yang meningkat menjadi Rp7,4 triliun atau naik 34 persen secara tahun ke tahun.

Peningkatan pembiayaan mobil baru berasal dari pertumbuhan mobil komersial dan mobil penumpang yang naik masing-masing sebesar 37 persen dan 22 persen . Sedangkan pembiayaan mobil bekas tumbuh sebesar 20 persen .

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menambahkan, dari sisi pendanaan external, total pinjaman Adira Finance meningkat enam persen menjadi Rp21,7 triliun untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Pinjaman perbankan dan obligasi pasar modal memiliki kontribusi masing-masing sebesar 49:51.

"Ekuitas saat ini mencapai Rp6,45 triliun dengan gearing ratio berada pada tingkat sebesar 3,4 kali di mana tahun sebelumnya berada pada posisi 3,7 kali pada tahun sebelumnya. Pada Agustus 2018, kami telah berhasil menerbitkan obligasi sebesar Rp2,26 triliun yang merupakan Obligasi Berkelanjutan Adira Finance IV Tahap III," pungkas I Dewa Made Susila.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id