Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Investasi Keamanan Data Ditjen Dukcapil Capai Rp2 Triliun

Ekonomi kependudukan
Nia Deviyana • 28 Maret 2019 17:22
Jakarta: Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh menyadari cyber security atau kemanan siber menjadi investasi yang mahal. Namun, teknologi canggih harus digunakan untuk melindungi data yang ada di Ditjen Dukcapil.
 
"Di Dukcapil pakai pengamanan berlapis, menggunakan saluran khusus privat network. Jadi beda dengan internet yang dipakai publik, ibaratnya kita punya jalan tol sendiri," ujar Zudan saat ditemui di kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Salemba Raya, Kamis, 28 Maret 2019.
 
Untuk pengamanan ini, Ditjen Dukcapil menginvestasikan dana sebesar Rp2 triliun yang dipergunakan untuk memperkuat teknologi dan sumber daya manusia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang untuk cyber security ini investasinya mahal. Tapi jadi murah kalau banyak yang memakai. Saat ini data di Dukcapil telah digunakan oleh 1.183 institusi," terang Zudan.
 
Salah satu institusi yang memanfaatkan data Ditjen Dukcapil adalah BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK). Lewat program KTP-el Reader, peserta BPJSTK bisa mengkaim uang Jaminan Hari Tua (JHT) lebih mudah dan cepat dengan pemindaian sidik jari.
 
"Kita meluncurkan satu teknologi digital yaitu menggunakan KTP-el Reader untuk mempercepat pengajuan klaim. Dengan teknologi ini kita bisa mereduce waktu yang tadinya butuh 20 menit jadi hanya perlu enam menit," ujar Direktur Utama BPJSTK Agus Susanto pada kesempatan yang sama.
 
Agus menerangkan saat ini KTP-el Reader telah tersebar di 80 titik kantor cabang BPJSTK di DKI Jakarta dan beberapa provinsi. Hingga akhir tahun BPJSTK menargetkan 790 mesin tersebar di kantor cabang di 34 provinsi Indonesia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif