Illustrasi. Dok ; MI.
Illustrasi. Dok ; MI.

Puaskan Peternak, Pemerintah Kembali Impor Jagung

Ekonomi impor panen jagung
Eko Nordiansyah • 29 Januari 2019 20:12
Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk kembali membuka impor jagung. Langkah ini dilakukan karena harga jagung yang masih tinggi, ditambah para peternak ayam yang kesulitan mendapatkan jagung sebagai pakan ternaknya.
 
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, impor yang sebelumnya sudah dilakukan tidak memenuhi permintaan peternak ayam. Oleh karena itu pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk kembali melakukan impor.
 
"Begitu 100 ribunya (impor jagung) selesai masuk, permintaannya masih banyak. Peternak-peternak kecil baik (ayam) petelur maupun pedaging," kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, pemerintah belum memutuskan berapa banyak tambahan impor jagung. Namun dirinya telah memerintahkan Perum Bulog untuk mengecek kebutuhan, serta kemungkinan panen jagung yang akan datang.
 
"Gubernur juga saya minta turun ke lapangan. Ada di Jawa Barat panen tuh, belum ada (total panennya). Datanya memang bilang belum ada. Karena belum ada, dan paling-paling panennya itu Maret pertengahan. Jawa Timur malah April," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, pemerintah mensyaratkan impor jagung harus masuk sebelum panen raya. Langkah ini diharapkan bisa menurunkan harga jagung yang masih tinggi, tetapi kebutuhan para peternak untuk pakan juga tetap terpenuhi.
 
"Anda boleh impor, tapi enggak boleh masuk lebih dari pertengahan Maret. Supaya jangan nanti ada jagung impor ada, jagung produksi dalam negeri ada. Kalau hanya bisa diimpor 100 ribu ya 100 ribu. Kalau kurang dari situ ya kurang dari situ. Pokoknya batasnya pertengahan Maret," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif