Berkolaborasi Hadapi Revolusi Industri 4.0
Ilustrasi (Foto: LSPR)
Jakarta: Saat ini, arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Bahkan, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0 yakni menekankan pada pola ekonomi digital, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.

Pendiri sekaligus Direktur London School of Public Relations (LSPR) Prita Kemal Gani menilai kondisi ini yang menjadi tantangan ketika bersaing dalam dunia kerja saat ini. Masyarakat dituntut untuk terus mempelajari tren global dan mempunyai kemampuan untuk menghadapi hal-hal yang sulit yang datangnya di luar dugaan.

Hal itu yang memicu pihaknya atau LSPR tidak hanya membekali para mahasiswanya dengan ilmu akademis semata, namun juga dengan beragam pilihan kegiatan extrakurikuler, sehingga diharapkan alumni LSPR merupakan lulusan yang terampil dan siap bekerja. Tentu persiapan ini penting untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

"Ciptakan kolaborasi, tak ada satupun orang yang kuat dan sakti. Orang akan menjadi kuat dan sakti apabila mereka semua bersama-sama berkolaborasi," ungkap Prita Kemal Gani, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

Sementara itu, Nank Indonesia (BI) meminta semua pihak agar tak khawatir dengan perkembangan revolusi indutri 4.0 dan era digital seperti sekarang ini. Seluruh pihak termasuk regulator, pelaku industri, lintas otoritas, dan stakeholder lainnya diminta untuk mempersiapkan diri secara bersama-sama dengan adanya kemajuan tersebut.
 
"Kita tidak perlu gugup dan khawatir dengan kehadiran revolusi industri 4.0 dan era digital ini. Kalau kita khawatir ia tetap hadir, tidak khawatir ia juga akan hadir," kata Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko.

Dirinya menambahkan kehadiran era revolusi industri 4.0 dan era digital ini bermanfaat bagi pertumbuhan perekonomian nasional dengan mengoptimalkan inovasi untuk meningkatkan utamanya entrepreneurship dan UMKM dan perluasan inklusi keuangan, serta stabilitas perekonomian nasional.
 
"Pada era digital ini, kehadiran inovasi dan teknologi tidak dapat ditolak atau pun ditepis. Untuk teknologi yang baru dan terkini, sebelum digunakan secara luas, diperlukan pemahaman bersama secara mendalam dan cermat terhadap manfaat, risiko maupun implikasinya secara luas bagi kehidupan ekonomi, sosial budaya dan keamanan nasional," pungkas dia.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id