Director of Enterprise Payment OVO Harianto Gunawan usai diskusi di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019. Medcom/Nia D.
Director of Enterprise Payment OVO Harianto Gunawan usai diskusi di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019. Medcom/Nia D.

Tantangan OVO Perbanyak Transaksi Nontunai

Ekonomi ovo
Nia Deviyana • 22 Januari 2019 16:03
Jakarta: Pertumbuhan metode pembayaran nontunai meningkat seiring berkembangnya portal e-commerce. Namun, jumlahnya masih kalah jauh dibandingkan transaksi tunai yang masih mencapai 90 persen. Hal ini menjadi tantangan terbesar bagi penyedia layanan dompet digital seperti OVO.
 
"Kami melihat hambatan terbesar justru bukan banyaknya pemain usaha yang sama, tetapi masih banyaknya orang yang percaya pada cash," ujar Director of Enterprise Payment OVO Harianto Gunawan usai diskusi di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Sebab itu OVO lebih fokus untuk mengubah kepercayaan masyarakat agar beralih menggunakan dompet digital dengan cara bekerja sama dengan pemerintah serta memperbanyak kolaborasi dengan berbagai pihak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau edukasi pasti akan memakan waktu ya, makanya kita lebih pilih berkolaborasi dengan institusi atau segmen yang sudah orang percaya. Jadi secara tidak langsung lama-lama orang akan percaya dengan digital payment," tambahnya.
 
Adapun dua hal yang menyebabkan tingginya transaksi tunai, lanjut Harianto, lantaran belum memadainya fasilitas komunikasi di beberapa daerah.
 
"Infrastruktur untuk ekonomi digital adalah komunikasi, network. Karena untuk pembayaran nontunai yang dibutuhkan handphone kan. Makanya kita senang pemerintah mulai support soal ini," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif