Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Alviansyah)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Alviansyah)

Antisipasi Kemendag Stabilkan Harga Daging Sapi saat Natal & Tahun Baru

Dian Ihsan Siregar • 09 Desember 2016 19:10
medcom.id, Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah bertemu dengan asosiasi distribusi daging. Kedua belah pihak sepakat menjaga harga daging sapi menjelang Natal dan Tahun Baru 2017.
 
‎"Kita bertemu ‎dengan asosiasi distribusi mengenai daging, (mereka) menguasai lebih dari 300 pasar-pasar, kemudian juga dengan para importir dan juga Bulog," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, ‎ditemui di Gedung Kemendag, Jakarta, Jumat (9/12/2016).‎
 
Dari pertemuan tersebut, jelas Enggar, Kemendag akan menyiapkan dua skema untuk mengendalikan harga daging di saat dua hari perayaan tersebut. Pertama, menyediakan daging beku dari berbagai negara seperti India, Australia, dan Selandia Baru dengan harga sekitar Rp80 ribu per kilogram (kg).

"Ada beberapa langkah yang kami lakukan, tapi belum bisa kami sampaikan di sini. Tapi kita lagi buat skema ada dua harga, dua jenis, yaitu daging beku, bersama daging India, dan segala macam dari seluruh dunia yang ada, Australia, New Zealand, yang average harga Rp80 ribu per kg," jelas Enggar.
 
Langkah kedua, menyediakan daging segar yang dipasok dari dalam negeri. Harga daging ini diperkirakan lebih mahal dibandingkan harga daging beku.
 
"Tapi dari sisi lain yang daging dari fresh itu, akan kita buat. Lagi kita buat skemanya, dibuat rata-rata harga daging. Karena harga daging itu harus ada penyerapan daging lokal, dan akan dari bakalan (sapi)," ungkapnya.
 
Enggar menambahkan, saat ini pasokan untuk daging segar sedang dinegosiasikan dengan Pemerintah Australia. Agar Negeri Kanguru membantu menurunkan harga sapi yang akan diimpor dari negara tersebut.
 
"Untuk per kg sapi hidup harganya turun 1 dolar Australia. Itu proses yang kami juga bicarakan dengan Menteri Perdagangan Australia," tutur Enggar.
 
Dia mengakui, harga daging sapi bukan ditentukan oleh pemerintah, tapi business to business. Meski demikian, Pemerintah Australia diharapkan‎ dapat menekan harga sapi di Negeri Kanguru.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan