Illustrasi Angkutan. FOTO MI BARY FATHAHILAH.
Illustrasi Angkutan. FOTO MI BARY FATHAHILAH.

Pemkab Lebak Rintis Transportasi Angkutan Pedesaan

07 Februari 2016 13:28
medcom.id, Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten merintis transportasi angkutan pedesaan guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di daerah tertinggal.
 
"Kami berharap tahun ini sudah bisa dioperasikan transportasi angkutan pedesaan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak Alkadri di Lebak, Minggu (7/2/2016).
 
Pemerintah daerah mengusulkan rintisan angkutan pedesaan itu pada PO Bus Damri karena perusahaan tersebut milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini karena angkutan Bus Damri relatif murah dan terjangkau masyarakat pedesaan.

"Kami berharap tahun ini PO Bus Damri bisa mengoperasikan transportasi angkutan pedesaan itu," ujar dia.
 
Menurut dia, pengusulan rintisan angkutan pedesaan tersebut untuk menghubungkan antar desa di wilayah Kabupaten Lebak bagian selatan, diantaranya Rangkasbitung-Gunungkencana-Cijaku-Cigemblong- Malingping-Panggarangan-Bayah-Cilograng-Cibeber.
 
Selain itu juga wilayah Lebak bagian tenagah antara lain Rangkasbitung-Cimarga-Bojongmanik-Cirinten-Muncang-Sobang. Selama ini, masyarakat di pelosok-pelosok pedesaan mendambakan angkutan PO Bus Damri.
 
Sebab, saat ini, angkutan Bus Damri di Kabupaten Lebak hanya satu yang melayani jurusan pedesaan yang menghubungkan Serang-Rangkasbitung-Cijaku.
 
"Kami yakin jika dioperasikan Bus Damri itu dipastikan pergerakan ekonomi masyarakat pedesaan meningkat," jelasnya.
 
Ia mengatakan, saat ini transportasi pedesaan yang beroperasi hanya beberapa angkutan saja, sehingga masyarakat yang hendak memasarkan produk hasil bumi ke luar daerah mengalami kesulitan.
 
Selain itu juga biaya angkutan relatif mahal akibatnya produk hasil bumi, seperti kelapa, buah-buahan dan karet tidak laku. Karena itu, pihaknya merintis pembukaan angkutan untuk melayani masyarakat pedesaan agar menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat.
 
"Saya kira jika angkutan itu bisa terpenuhi maka barang-barang hasil pertanian dan perkebunan cukup mudah dipasarkan ke luar daerah, seperti Rangkasbitung, Tangerang dan Jakarta," katanya.
 
Sementara itu, Ali (55) warga Cijaku Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya mendesak pemerintah daerah membuka transportasi pedesaan sehingga dapat mendorong peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.
 
Saat ini, angkutan pedesaan bisa dihitung dengan jari tangan, karena banyak pemilik kendaraan bangkrut akibat mudahnya orang mendapat kreditan sepeda motor.
 
"Kami bingung bila memasarkan hasil bumi ke luar daerah karena terbatasnya  angkutan tranportasi pedesaan," pungkas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan