Panasonic. AFP PHOTO/TOSHIFUMI KITAMURA.
Panasonic. AFP PHOTO/TOSHIFUMI KITAMURA.

Panasonic Telah Rumahkan 430 Karyawan

Husen Miftahudin • 03 Februari 2016 19:45
medcom.id, Jakarta: Presiden Direktur Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Ichiro Suganuma mengatakan kondisi pasar yang tidak memungkinkan membuat PT Panasonic Lighting Indonesia (PESLID) merestrukturisasi perusahaan dengan mengurangi karyawan pada Agustus 2015 silam, dari 600 orang karyawan menjadi 170 orang. Ini berarti PESLID telah mengurangi sebanyak 430 karyawan.
 
"Teknologi LED telah berkembang dengan pesat, sehingga persaingan harga pun menjadi tak terelakan. Panasonic sebagai salah satu produsen LED menyatakan untuk terus mengembangkan teknologi ini," ungkap Suganuma dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (3/2/2016). 
 
Aksi ini dilakukan sebelum PESLID digabungkan dengan PT Panasonic Gobel Eco Solution Manufacturing Indonesia (PESGMFID) pada 1 Januari 2016. Akibat dari penggabungan ini PESGMFID menutup satu pabriknya dan kini hanya memiliki dua pabrik, yakni di Pasuruan-Jawa Timur dan Cileungsi-Bogor.

"Panasonic menjadikan kedua tempat tersebut sebagai sentra produksi luminer dan lampu LED untuk memperkuat daya saing di pasar domestik dan dunia. Pada saat ini, kondisi yang terjadi yaitu permintaan produksi CFL menurun di pasar Jepang dan domestik, dengan kecenderungan pindah ke teknologi LED," jelasnya.
 
Sebelum penggabungan PESGMFID dengan unit lokasi kerja di Cikarang-Bekasi dan Cileungsi-Bogor, kedua pabrik tersebut memiliki karyawan masing-masing sebanyak 425 dan 400 orang. Selanjutnya dalam rangka penggabungan perusahaan kepada 425 karyawan PESGMFID unit lokasi kerja Cikarang-Bekasi diberikan beberapa opsi pilihan yang bijak.
 
"Pilihan tersebut yaitu tetap bergabung di perusahaan dan akan mengikuti aturan perusahaan untuk mendukung proses produksi di Pasuruan-Jawa Timur atau Cileungsi-Bogor. Opsi lainnya bergabung dalam kelompok usaha Panasonic Gobel sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing," tutur dia.
 
Sedangkan opsi ketiga, imbuh Suganuma, adalah memilih untuk mengundurkan diri untuk berwiraswasta.
 
"Untuk karyawan di unit lokasi kerja Pasuruan-Jawa Timur dan Cileungsi-Bogor tetap bekerja seperti sedia kala," aku dia.
 
Di tengah efisiensi itu, Chairman Panasonic Gobel Grup Rachmat Gobel menyatakan bahwa industri elektronik nasional akan terus berkembang. Namun, pada sisi lain pemerintah harus agresif untuk mengikuti dan memahami kemajuan teknologi.
 
"Pemerintah juga harus memberikan insentif untuk menjadi daya tarik investasi dan pengembangan industri yang bernilai tambah di dalam negeri. Tercatat pasar di ASEAN saja memiliki potensi dengan jumlah penduduk sekitar 500 juta orang," pungkas dia. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan