Biofuel. Foto ; Medcom/Desi Anggriani.
Biofuel. Foto ; Medcom/Desi Anggriani.

Pemerintah Mulai Gelar Uji Teknis B40-B50

Ekonomi biofuel
Suci Sedya Utami • 09 Januari 2020 16:09
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mulai melakukan uji teknis untuk menerapkan campuran solar dan minyak kelapa sawit (fatty acid methyl ester/FAME) menjadi biodiesel dengan kadar 40-50 persen (B40-B50).
 
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Dadan Kusdiana. Uji teknis tersebut dilakukan sebagai upaya percepatan setelah penerapan B30 yang diresmikan akhir tahun lalu.
 
Dadan mengatakan uji teknis akan dilakukan dua minggu mendatang. Dia bilang saat ini pihaknya masih melakukan persiapan dengan menggandeng PT Pertamina (Persero), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), asosiasi alat berat dan lain sebagainya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Uji teknis B40-B50 sedang persiapan, nanti dilakukan dengan stakeholder lainnya," kata Dadan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Sebelumnya usai meresmikan B30, Presiden Joko Widodo ingin mengakselerasi peningkatan kadar menjadi B40 di tahun depan dan berlanjut ke B50 di 2021 dan B100.
 
Jokowi mengatakan percepatan harus dilakukan demi mengurangi impor dolar yang masih tinggi. Dengan mencapurkan bahan bakar nabati berupa minyak kelapa sawit akan membuat impor solar bisa ditekan lebih rendah. Sebab kandungan BBM yang diproduksi tidak 100 persen berasal dari solar namun ada campuran minyak kelapa sawit.
 
"Bagi saya, enggak cukup B30. Saya perintahkan lagi tahun depan B40. Lalu di 2021 B50," kata Jokowi.
 
Apalagi, kata Jokowi, Indonesia merupakan produsen sawit terbesar di dunia. Dengan dikonsumsi di dalam negeri nantinya Indonesia tidak mungkin lagi ditekan oleh negara yang selama ini menganggap sawit Indonesia memberikan dampak negatif.
 
"Apakah kita mau keluar dari rezim impor atau tidak? Karena ini permintaan B30 ke B100 harus terus dikembangkan," ujar dia.
 
Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel dalam negeri di 2019 sebesar 6,26 juta kiloliter (KL). Jumlah ini setara dengan penghematan devisa sekitar USD3,35 miliar atau Rp48,19 triliun.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif