CEO Mitra Boga Ventura (MBV) Michael Marvy Jonathan (kedua dari kiri) bersama Direktur Kulo Group Michael Bunyamin (kanan). FOTO: dok Istimewa.
CEO Mitra Boga Ventura (MBV) Michael Marvy Jonathan (kedua dari kiri) bersama Direktur Kulo Group Michael Bunyamin (kanan). FOTO: dok Istimewa.

Ceruk Bisnis Waralaba Makanan Minuman Cerah

Ekonomi industri makanan
Ade Hapsari Lestarini • 27 September 2019 10:40
Jakarta: Sektor industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia menjadi salah satu sektor yang memilliki potensi pertumbuhan cukup besar. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang telah mendekati 270 juta jiwa.
 
Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada triwulan pertama 2019, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) industri makanan dan minuman mencapai 6,77 persen. Angka tersebut tercatat di atas pertumbuhan PDB industri nasional yang berada di level 5,07 persen.
 
Sektor industri makanan dan minuman ini menyumbang 35,58 persen PDB industri nonmigas dan sebesar 6,35 persen terhadap PDB nasional. Hal ini menjadikan industri mamin sebagai salah satu penyumbang terbesar PDB nasional.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah brand makanan dan minuman baik lokal maupun asing di Tanah Air seperti Es Teler 77, J.co, Kebab Baba Rafi, Kentucky Fried Chicken, McDonald, dan Starbucks beberapa di antaranya menawarkan pola kemitraan. Belakangan, minuman bubble tea juga menggempur pasar makanan dan minuman di Tanah Air. Hal ini terjadi karena industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang seksi dan memiliki ceruk pasar yang lumayan besar di Indonesia.
 
Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Andrew Nugroho sempat mengatakan optimistis terhadap pertumbuhan usaha waralaba di Indonesia tahun ini bisa bertumbuh sekitar 10 persen atau naik dibanding tahun lalu yang bergerak di kisaran 5-6 persen year on year (Yoy). Pertumbuhan ini termasuk gerai, konsep baru, dan transaksi.
 
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada periode Januari-Juni 2019, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor makanan dan minuman menempati peringkat keempat dari keseluruhan sektor dengan nilai transaksi Rp21,26 triliun. Sedangkan, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat menempati peringkat keenam dengan nilai investasi USD706,7 juta.
 
Data ini jelas menunjukkan bahwa sektor industri mamin di Indonesia masih menjadi lahan bisnis yang gurih. Karena itu, tidak salah jika belakangan ini para pebisnis baik asing dan lokal ramai-ramai membidik sektor industri makanan dan minuman Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Kulo Group dan Mitra Boga Ventura (MBV) yang megembangkan minuman segar boba.
 
Minuman berbasis teh dan susu plus topping tapioka pearl sangat diminati masyarakat Indonesia. Animo publik di Tanah Air terhadap minuman ala Taiwan ini pun sangat tinggi. Bahkan, di beberapa tempat, masyarakat rela antre panjang untuk membelinya, padahal harga yang ditawarkan tergolong tidak murah.
 
Hal itulah yang membuat dua brand besar waralaba kuliner Kulo Group dan Mitra Boga Ventura (MBV) menghadirkan Xi Bo Ba, gerai minuman segar boba. "Xi Bo Ba menjawab permintaan pasar. Kami membuat boba yang tidak mahal, tetapi tidak kalah di rasa," ujar Michael Marvy Jonathan, petinggi MBV dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 26 September 2019.
 
Ia menjelaskan Xi Bo Ba terinspirasi dari bahasa mandarin xi yue yang berarti joy atau kebahagiaan. "Jadi, kami ingin orang habis minum ini senang. Tidak cuma senang karena rasanya, tapi bayarnya juga senang karena harganya pas di kantong," papar Marvy.
 
Sementara itu, Michael Bunyamin dari Kulo Group menjelaskan Xi Bo Ba adalah bagian dari Kulo Group yang menghadirkan bubble tea dengan harga terjangkau tanpa mengorbankan kualitas dan rasa. Kulo Group adalah pendiri dari kedai Kopi Kulo, Pochajjang Korean BBQ, dan Kitamura Shabu-shabu.
 
Saat ini Kulo Group memiliki sekitar 500 gerai kulinernya di seluruh Indonesia. Sedangkan MBV memiliki sekitar 150 gerai waralaba kuliner seperti Bakso Kemon dan Co Choc. Dia menambahkan dalam enam bulan ke depan, setidaknya akan ada 250 gerai Xi Boba di sejumlah kota di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
 
Ada beberapa outlet dibuka di pusat perbelanjaan besar dan berkelas seperti Pacific Place di Jakarta. Sebagian lagi dibuka di tempat-tempat strategis, yang mudah dijangkau publik.
 
"Seluruh gerai itu dibuka melalui sistem kemitraan dari para pelaku usaha yang sudah lama bermitra dengan Kulo Group dan MBV. Tingginya animo membuka gerai Xi Bo Ba karena mereka sudah mengenal reputasi brand Kulo Group dan MBV. Hingga akhir tahun ini, ada 100 outlet yang buka. Minimal, di satu kota ada tiga gerai, selanjutnya tahun depan hingga total 250 outlet," ujar Michael.
 
Dia menuturkan pihaknya menghadirkan tiga seri minuman dengan total sembilan varian. Semuanya diracik dengan polesan bahan baku lokal. Pihaknya memerlukan proses yang cukup lama untuk menguji rasa sehingga mendapatkan cita rasa istimewa khas Xi Bo Ba dan dibanderpl mulai dari Rp16 ribu hingga Rp24 ribu.
 
Marvy meyakini Xi Bo Ba bisa diterima dengan baik oleh publik di Indonesia. Apalagi yang dihadirkan adalah minuman segar yang tidak kalah dengan produk luar negeri. "Taste-nya cocok dengan lidah orang Indonesia," tambahnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif