Menperin Airlangga Hartanto.   ANT/Akbar Nugroho Gumay.
Menperin Airlangga Hartanto. ANT/Akbar Nugroho Gumay.

2019, Generasi Milenial Dongkrak Pertumbuhan Industri Digital 11%

Desi Angriani • 18 Desember 2017 22:13
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan kenaikan pertumbuhan industri digital sebesar 11 persen pada 2019. Angka tersebut disumbang sepenuhnya oleh konsumsi produk teknologi digital oleh generasi milenial.
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri digital nasional diproyeksikan tumbuh di atas 11 persen per tahun karena seluruh wilayah nusantara akan terhubung oleh jaringan internet. Hal ini seiring dengan target proyek pembangunan broadband serat optik Palapa Ring yang rencananya rampung pada akhir 2018.
 
"Dalam enam tahun terakhir, industri digital di Indonesia tumbuh 9,98-10,7 persen per tahun, dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional. Mulai 2019, industri digital akan tumbuh 11 persen," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id di Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.

Menurutnya sektor industri digital Tanah Air berpotensi tumbuh lebih tinggi mengingat beberapa perusahaan startup e-commerce dirintis oleh kalangan milenial. Berdasarkan riset Michael Page  2016, sektor ini memicu pertumbuhan lowongan pekerjaan hingga 60 persen per tahun khususnya di bidang e-commerce, teknologi keuangan (fintech), logistik, dan big data.
 
"Namun butuh strategi jangka panjang supaya bisnis mereka mampu bertahan lama. Mereka semestinya dipertemukan dalam sebuah ekosistem sehingga komposisinya seimbang berdasarkan generasinya," ungkapnya.
 
Adapun nilai investasi yang masuk ke startup digital Asia Tenggara mencapai USD12 miliar sepanjang 2016 hingga kuartal III-2017. Dari total dana tersebut, sebanyak 34 persen atau USD4,08 miliar masuk ke Indonesia.
 
Diperkirakan nilai investasi tersebut semakin besar lantaran ada dana USD7 miliar yang mengalir ke Asia Tenggara, termasuk ke Tanah Air setelah kuartal III-2017.
 
Riset mengenai investasi usaha rintisan (startup) berbasis digital di Asia Tenggara dari Google dan Temasek menyebutkan sebagian besar investasi masuk ke startup yang menyandang status Unicorn atau memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar. Keempat Unicorn Indonesia itu adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan