Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berbincang dengan pengusaha ikan di Jepang. (FOTO: Kabul Indrawan/MetroTV)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berbincang dengan pengusaha ikan di Jepang. (FOTO: Kabul Indrawan/MetroTV)

Industri Perikanan Jepang Melibatkan 3.000 TKI

Kabul Indrawan • 12 April 2017 11:52
medcom.id, Miura: Kemajuan industri perikanan Jepang terkenal di seluruh pelosok dunia. Rupanya, kemajuan itu tidak terlepas dari andil ribuan tenaga kerja asal Indonesia. Mereka menjadi anak buah kapal (ABK) di atas kapal-kapal ikan milik perusahaan Jepang.
 
President Japan Tuna Fisheries Cooperative (JTFC) Association Jun Yamashita mengungkapkan hal tersebut saat bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia Susi Pudjiastuti. "Sekarang kami mempekerjakan 3.000 orang warga Indonesia sebagai ABK di kapal-kapal tuna," kata Yamashita di Kota Miura, Perfecture Tanagawa, Rabu 12 April 2017.
 
Baca: Menteri Susi Sambangi Tempat Penyimpanan Ikan Tuna Terbesar di Jepang

Yamashita mengucapkan terima kasih atas peran para ABK asal Indonesia itu. Yamashita memuji mereka karena tidak hanya rajin tapi juga pekerja keras. Dirjen Penguatan Daya Saing KKP Nilanto Perbowo mengatakan, ABK Indonesia memberikan kontribusi signifikan bagi industri perikanan Jepang.
 
Nilanto menjelaskan, kerja sama Indonesia dengan Jepang, terutama dengan JTFC, memiliki arti yang sangat penting bagi perikanan dalam negeri. Banyak ilmu terkait perikanan di Indonesia ditimba dari Jepang.
 
Industri Perikanan Jepang Melibatkan 3.000 TKI
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berbincang dengan pengusaha ikan di Jepang. (FOTO: Kabul Indrawan/MetroTV)
 
"Hampir semua ilmu terkait perikanan, baik budidaya maupun pascapanen, bahkan statistika perikanan kita belajar dari Jepang," tutur Nilanto.
 
Kepada asosiai Menteri Susi meminta agar memperlakukan warga negara Indonesia dengan baik. Pemerintah melalui KKP ingin memastikan kondisi setiap ABK yang bekerja di atas kapal-kapal asing. Susi ingin kehidupan mereka di atas kapal mendapatkan hak-haknya secara wajar.
 
"Kita ingin tahu bagaimana kondisi kesehatan mereka, apakah mereka mendapatkan pelayanan kesehatan secara memadai," kata Susi.
 
Susi tidak ingin terjadi kekerasan atau praktik perbudakan di atas kapal-kapal yang mempekerjakan WNI sebagai ABK. "Kalau terjadi kekerasan atau perbudakan, saya akan tuntut dan kejar hingga kemana pun," tegas Susi.
 
Menanggapi hal ini, Yamashita berjanji akan mengirimkan data 1.200 orang ABK dari 3.000 orang ABK asal Indonesia dalam waktu dekat ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan