Metode itu juga dinilai sangat hemat biaya pemeliharaan. Soalnya, sapi diberi makan dengan cara rotasi di perkebunan kelapa sawit.
"Itu cuma butuh biaya tenaga kerja sekitar Rp2.400 per hari. Kalau dengan intensif di kandang, biaya pakan saja mencapai Rp30 ribu sehari," tutur Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Johny Liano saat dihubungi, Jumat (7/3).
Ia mengkalkulasikan untuk 20 ribu sapi selama proses mengandung sampai penggemukan membutuhkan waktu selama 15 bulan dan biaya sekitar Rp462 miliar. Belum lagi, bunga pinjaman bank dinilai masih tinggi, berada di kisaran 10%.
"Selama itu (15 bulan) enggak menghasilkan apa-apa. Saya melihat tujuannya bagus tapi harus didorong dengan pemberian insentif kepada swasta," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News