Inspektur Jenderal KKP Muhammad Yusuf mengatakan upaya meningkatkan minat masyarakat Lumajang untuk mengonsumsi ikan lantaran tingkat konsumsi di daerah tersebut di bawah angka konsumsi ikan nasional 50,69 kg/kapita pada 2018.
"Saya meminta agar Pemerintah Kabupaten Lumajang lebih gencar mempromosikan Gemarikan karena angka konsumsi ikan di Lumajang terbilang rendah baru 18 kg/kapita tahun 2017," ujar Yusuf dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019.
Sementara Ketua TP-PKK Kabupaten Lumajang, Musfarina Thoriqul Haq juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan. Menurut istri Bupati Lumajang itu, gerakan makan ikan baik bagi kesehatan dan turut mencerdaskan.
"Ikan itu sangat baik untuk kesehatan juga bisa mencerdaskan. Kalau bisa makan ikan setiap hari, paling tidak satu kali seminggu makan ikan," tutur dia.
Musfarina menyebutkan potensi perikanan tawar di Kabupaten Lumajang sangat bagus. Melalui pengelolaan yang baik, danau yang ada di Kabupaten Lumajang dapat dimaksimalkan sebagai tempat budidaya perikanan tawar.
"Pemerintah Kabupaten Lumajang akan terus mengembangkan potensi daerah Kabupaten Lumajang dan mengupayakan agar produk-produk yang dikonsumsi oleh masyarakat Kabupaten Lumajang berasal dari hasil produksi Kabupaten Lumajang," jelas Musfarina.
Dalam kesempatan tersebut, KKP juga menyerahkan bantuan senilai Rp1,05 miliar kepada nelayan setempat berupa pakan ikan mandiri 2 ton, benih ikan bandeng 50 ribu ekor, benih ikan nila 100 ribu ekor, premi asuransi nelayan Jasindo untuk 212 orang, fasilitas permodalan KUR (BRI) untuk 19 orang, alat penangkapan ikan 1.000 mata pancing 16 set.
KKP juga menyerahkan bantuan berupa mesin tempel 5 unit, penyerahan Kartu KUSUKA untuk 248 orang, chest freezer 2 unit, beasiswa Poltek KP Jembrana untuk satu orang putera daerah Lumajang, dan pecontohan penyuluhan garam sistem katup beserta pelatihannya satu paket.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News