Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Masuk Musim Panen, Harga Beras Diprediksi Turun

Ekonomi harga beras panen raya
Annisa ayu artanti • 01 Maret 2019 12:39
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi ada kemungkinan harga beras di Maret 2019 akan mengalami penurunan. Pasalnya, saat itu petani mulai memasuki musim panen sehingga volume beras di pasar akan meningkat.
 
"Maret-April adalah puncak panen. Mudah-mudahan di Maret harga beras lebih rendah (harganya)," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di Kantor BPS, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019.
 
Yunita menjelaskan pada Februari 2019 ini sebenarnya sudah terjadi penurunan harga beras baik di tingkat pengecer dan grosiran. BPS mencatat harga rata-rata beras premium di penggilingan sebesar Rp10.008 per kilogram (kg) atau turun 1,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian harga rata-rata beras kualitas medium sebesar Rp9.800 per kg atau turun 1,04 persen dan harga rata-rata beras kualitas rendah sebesar Rp9.475 per kg atau mengalami penurunan 0,65 persen.
 
"Dibandingkan dengan Februari 2018, rata-rata harga beras di penggilingan untuk semua kualitas yaitu premium, medium, dan rendah mengalami penurunan masing-masing 3,6 persen, 4,06 persen, dan 5,14 persen," tutur dia.
 
Ia berharap dengan adanya panen di Maret dan April akan dapat menurunkan harga sehingga level inflasi di Maret tidak terlalu tinggi.
 
"Kita enggak tahu (bulan depan) apakah deflasi atau inflasi. Tapi kan katanya inflasi jangan tinggi-tinggi lah. Di Maret masih ada panen. Mudah-mudahan baik di grosir dan ecerannya harga beras juga mengalami penurunan," tukas dia.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2019 Indonesia deflasi sebesar 0,08 persen. Secara tahunan kalender, inflasi pada Februari 2019 mencapai sebesar 0,24 persen, sedangkan secara tahun ke tahun terjadi inflasi sebesar 2,57 persen.
 
Adapun deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11 persen dan deflasi terendah terjadi di Serang 0,02 persen. Sedangkan inflasi tertinggi di Tual 2,98 persen dan inflasi terendah terjadi di Kendari 0,03 persen.
 
Bahan makanan memberikan andil deflasi 0,24 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah daging ayam ras, cabai merah, telur ayam, ras, bawang merah, cabai rawit, ikan segar, wortel, dan jeruk. Sedangkan dari bahan makanan yang andil dalam inflasi antara lain beras mi kering instan dan bawang putih.

 
Untuk kelompok makan jadi, minumam, rokok dan tembakau BPS mencatat inflasi 0,31 persen. Kelompok rumah, listrik, dan bahan bakar tercatat inflasi 0,25 persen. Kemudian, kelompok sandang inflasi sebesar 0,27 persen, kelompok kesehatan 0,36 persen, dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga inflasi 0,11 persen, serta kelompok transportasi inflasi 0,05 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif