Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Indonesia Bidik Masuk 5 Besar Eksportir Dunia

Ekonomi ekspor target ekspor kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 24 Desember 2018 10:46
Jakarta: Pemerintah mematok target tinggi berkancah pada perekonomian dunia. Sektor industri makanan dan minuman serta industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tengah dipacu agar berkembang.
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan sektor yang sedang dipacu tersebut merupakan kelompok manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam penerapan industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.
 
"Pada 2030 Indonesia ditargetkan menjadi lima besar eksportir untuk industri makanan dan minuman di tingkat global," ungkap Airlangga di Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Implementasi industri 4.0 diyakini mampu meningkatkan ekspor makanan dan minuman nasional hingga empat kali lipat. Target tahun ini sekitar USD12,65 miliar akan dilipatgandakan menjadi sebesar USD50 miliar pada 2025.
 
Sementara itu, industri TPT juga mampu kompetitif karena struktur industrinya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya juga dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional. Sektor padat karya ini mampu memberikan share ekspor dunia sebesar 1,6 persen.
 
Pada 2018, Kemenperin mematok ekspor industri TPT sebesar USD13,5 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2,95 juta orang. Tahun 2019, ekspornya diharapkan bisa mencapai USD15 miliar dan menyerap sebanyak 3,11 juta tenaga kerja.
 
"Periode Januari-Oktober 2018 ekspor TPT nasional telah menembus di angka USD11,12 miliar atau naik 7,1 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu," ucapnya.
 
Tak hanya itu, industri karet sintetis berpeluang dongkrak nilai ekspor nasional. Hal ini seiring dengan investasi PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI), beberapa waktu lalu. Diproyeksi nilai ekspor karet sintetis dari perusahaan ini mencapai USD250 juta dengan kapasitas produksi terpasang 120 ribu ton per tahun.
 
"Dalam pemanfaatannya, karet sintetis banyak dimanfaatkan untuk memproduksi ban, conveyor belt, komponen karet, alas kaki, serta pembungkus kabel listrik," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif