Founder dan Komisaris PayTren Yusuf Mansur. (FOTO: MI/Sumaryanto)
Founder dan Komisaris PayTren Yusuf Mansur. (FOTO: MI/Sumaryanto)

PayTren Berencana Beli Saham Real Madrid

Ekonomi fintech paytren
Angga Bratadharma • 10 Desember 2018 17:18
Jakarta: CEO PayTren Yusuf Mansur memiliki mimpi besar. Adapun mimpi besar itu adalah Indonesia memiliki klub sepak bola berlevel internasional, seperti real madrid hingga Barcelona. Keyakinan itu sejalan perkembangan teknologi di industri jasa keuangan terutama keberadaan crowdfunding yang memungkinkan mimpi itu terjadi.
 
"Ide gila yang dengan izin Allah tereksekusi karena ada industri ini (crowdfunding) di mana uang ada dalam genggaman tangan. Ada di handphone masing-masing masyarakat kita," kata Yusuf Mansur, dalam Seminar Indonesia Shariah Economic Outlook bertajuk "Peluang Bisnis Syarah di Tahun Politik 2019", di Universitas Al Azhar, Jakarta, Senin, 10 Desember 2018.
 
Adapun salah satu yang sudah dieksekusi oleh PayTren, dijelaskan Yusuf Mansur, adalah memiliki sebagian saham salah satu klub sepak bola asal Polandia yakni Lechia Gdank. Namun, kepemilikan tersebut bukan oleh dirinya perorang atau Paytren semata, namun konsumen dari Paytren.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Transaksinya kira-kira 2,5 juta euro. Kecil, karena hanya 10 persen. Yang menarik 2,5 juta euro ini tidak dieksekusi oleh Yusuf Mansur sebagai personal dan juga tidak oleh Paytren sebagai company. Lalu dieksekusi siapa? Jadi gini, 2,5 juta euro itu setara Rp42 miliar dengan kurs sekarang. Saya bikin perjanjian tujuh kali bayar dan dimulai pada Juni 2019," kata Yusuf Mansur.
 
Dari Rp42 miliar itu, tambah Yusuf Mansur, dibeli oleh konsumen PayTren. Dengan 1 juta pengguna PayTren maka penyebaran Rp42 miliar itu hanya Rp42 ribu. Kemudian Rp42 miliar dibagi tujuh bulan maka didapatkan nilai Rp6.000. Dan Rp6.000 dibagi 30 hari cuman Rp200.
 
"Jadi bayangin, Hanya dengan Rp200 saja bisa beli saham klub sepak bola. Makanya saya akan bilang sama pengguna PayTren semakin banyak menggunakan PayTren seperti bayar MRT, bayar BPJS Kesehatan, remitensi, bayar listrik, transfer antarmitra, dan lain-lain akan semakin banyak klub bola yang kita beli," kata Yusuf Mansur.
 
Dalam hal ini, dirinya ingin mengajak para pencinta bola tidak hanya menonton bola semata tapi juga memiliki sebagian saham dari klub sepak bola dunia. Menurutnya model investasi semacam ini menjadi penting untuk memberitahu kepada dunia bahwa Indonesia siap menjalin kerja sama dengan negara-negara lain di dunia.
 
"Pertama say hello kepada Eropa dan dunia bahwa Indonesia ini ada. Dan Indonesia siap bekerja sama dengan kalian semua. Kedua secara tidak langsung memberikan promosi kepada wisata Indonesia. Karena tidak hanya Lechia tapi kita juga mau masuk di semua klub (sepak bola) di Eropa Raya dan Inggris," tukasnya.
 
Ia memberikan contoh ketika ada penonton menonton big match antara Barcelona dan Real Madrid maka dia hanya memiliki posisi sebagai penonton. Dirinya tidak ingin hanya sampai di situ saja dan mengajak untuk pecinta bola yang sedang menonton juga memiliki saham di klub sepak bola bertaraf dunia itu.
 
Adapun sejauh ini, masih kata Yusuf Mansur, PayTren sedang melakukan pembicaraan mengenai pembelian saham klub sepak bola lainnya. Namun, dirinya belum bisa membocorkan klub sepak bola mana yang hendak diambil sebagian sahamnya.
 
"Kita sebentar lagi ada di semua. Manchester United nanti jadi Mansur United. Bagaimana caranya supaya tidak hanya jadi penonton tapi bisa tidak beli Real Madrid. Asik. Besok (Lionel) Messi cium tangan," pungkas Yusuf Mansur.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif