Kementerian PUPR (Foto: Dokumentasi Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR (Foto: Dokumentasi Kementerian PUPR)

Solusi Kementerian PUPR Hadapi Kekeringan Air

Ekonomi berita kemenpu
Angga Bratadharma • 04 Agustus 2015 15:24
medcom.id, Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) Republik Indonesia mengungkapkan mayoritas penduduk Indonesia yang bercocok tanam membutuhkan sumber daya air yang dapat diandalkan dan pastinya dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat sekitar.
 
Menurut keterangan tertulis Kementerian PUPR, di Jakarta, Selasa (4/8/2015), diungkapkan faktor sumber daya air ini sangat berpengaruh di berbagai sektor, baik sektor ekonomi, pertanian, maupun sektor perdagangan sebagai bentuk hasil alam yang dapat diolah dan dikonsumsi masyarakat sehari-hari atau sebagai komoditi yang menjadi nilai jual bagi masyarakat.
 
El Nino merupakan kondisi meningkatnya suhu permukaan laut yang signifikan di Samudera Pasifik sekitar ekuator yang menyebabkan berkurangnya curah hujan. Menurut BMKG, El Nino masih masuk pada fase moderate. Artinya masih pada ambang batas normal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tetapi, hal tersebut tentu saja tidak membuat kita lantas berpuas hati, dengan melihat kenyataan bahwa masyarakat kita di daerah sudah rawan kekeringan air seperti daerah Jawa Tengah, Bali hingga NTT," bunyi keterangan tertulis itu.
 
Kenyataan dari hal itu perlu di pahami bersama dengan tindakan nyata untuk mengurangi dampak kekeringan tersebut agar tidak meluas. Apalagi, dampak kekeringan air memberikan kerugian tersendiri.
 
Adapun solusi yang bisa dilakukan dalam menghadapi kekeringan air, yakni pertama evaluasi jadwal tanam MT 1. Kedua, MT 1 masuk, stok air diwaduk harus diamankan. Harus pola kering pada Oktober (water stock ditingkatkan). Ketiga, diharuskan untuk adanya hujan buatan (masalah awan harus dilihat sebagai syarat adanya hujan buatan), awan-awan pegunungan untuk membuat hujan buatan.
 
"Pemerintah bersama masyarakat perlu bekerja sama menghadapi fenomena alam ini, yang bisa terjadi kapan pun. Hal tersebut akan menjadikan kita untuk siap dan mengurangi dampak yang berkepanjangan," tutup keterangan tertulis itu.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif