Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung. (Foto: Dok.)
Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung. (Foto: Dok.)

Gresik Jadi Wilayah Pertama Penyaluran Program Sembako

Ekonomi sembako Berita Kemensos
Gervin Nathaniel Purba • 03 Februari 2020 14:48
Gresik: Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pertama kalinya menyalurkan program Sembako Murah di Kabupaten Gersik, Provinsi Jawa Timur Pada 2 Februari 2020.
 
Penyaluran program Sembako Murah dihadiri langsung oleh Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Andi ZA Dulung, Kadinsos Provinsi Jawa Timur, Kandinsos Kabupaten Gresik dan perwakilan dari Himbara (BNI), dan tiga e-Warong yang menjadi lokasi penyaluran program ini.
 
Ketiga e-Warong yang menjadi lokasi penyaluran program Sembako Murah yaitu e-Warong Munrofingah di Desa Sekar Kurung, Kecamatan Kebummas; e-Warong Abdul Latif di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapuro Sukolilah, Kecamatan Gresik; dan e-Warong Erlina di Jalan Wahidin, Desa Randu Kebommas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekitar 400 keluarga penerima manfaat (KPM) Hadir untuk mencairkan program Sembako Murah di tiga e-Warong tersebut.
 
Gresik Jadi Wilayah Pertama Penyaluran Program Sembako
 
Transformasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi Sembako Murah dimulai pada awal Januari 2020, dengan nilai bantuan Rp150 ribu per KPM. Nominal tersebut naik dari angka semula Rp110 ribu.
 
Kenaikan ini sebagai tambahan bahan pangan yang sebelumnya hanya beras dan telur, ditambah kacangan-kacangan, daging, ayam, buah, dan sayur. KPM diberi kebebasan memilih bahan pangan sesuai kebutuhannya.
 
Dirjen PFM Andi ZA Dulung menjelaskan Program Sembako Murah merupakan langkah pemerintah untuk mencegah stunting.
 
Gresik Jadi Wilayah Pertama Penyaluran Program Sembako
 
Selain itu, Dirjen PFM Andi menjelaskan bahan pangan tambahan berupa buah-buahan dan sayuran berasal dari produk lokal dan impor. "Ada beberapa bantuan, misalnya buah. Saat dibeli mereka tidak sadar itu produk lokal. Memang kelihatannya murah, tapi itu barang impor," katanya.
 
Dirjen PFM Andi juga mendorong para pendamping untuk menjual buah yang bervariasi di e-Warong. Misalnya, bulan ini menjual apel, kemudian bulan depan diganti pisang atau buah lain.
 
Pada kesempatan itu, Andi juga mengimbau kepada agen e-Warong Abdul Latif untuk turut membantu kaum ibu dari KPM agar menjual hasil dagangannya. Sejumlah ibu dari KPM telah menjual kerupuk dan kue hasil usaha sendiri.
 
"Saya sampaikan kepada pemilik warung, tolong kerja sama dengan ibu-ibu ini. Kalau misalnya mau menitip kue atau kerupuk, tolong bantu dipasarkan. Nanti dibagi dua keuntungannya," kata Dirjen PFM Andi.
 
Gresik Jadi Wilayah Pertama Penyaluran Program Sembako
 
Abdul Latif menyambut baik program Sembako Murah yang diluncurkan pemerintah. Program tersebut diharapkan bisa mengantarkan masyarakat menjadi sejahtera dengan banyaknya KPM yang graduasi.
 
Sementara itu, KPM asal Desa Gapuro, Maywaroh, mengaku sangat senang dengan transformasi BPNT menjadi program Sembako Murah. Sebab, dengan adanya tambahan pangan pokok lain, Maywaroh menerima bantuan beras, telur, daging ayam, buah pir, dan kacang tanah.
 
"Kebutuhan ini sangat membantu buat saya dan keluarga, khususnya untuk anak-anak," ucap Maywaroh.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif