"Kementerian Perindustrian memang mengawal implementasi dari Industri 4.0. Untuk industri fesyen ini kami sudah merancang adanya ekosistem bisnis yang menyambungkan supply chain yang ada mulai dari hulu hingga hilirnya," ujar Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin E. Ratna Utarianingrum di Jakarta dikutip dari Antara, Minggu, 16 Desember 2018.
Dia menjelaskan bahwa rancangan ekosistem itu mengenai bagaimana integrasi basis data yang bisa diakses oleh masing-masing tahap dalam supply chain ini dapat dimiliki oleh para pelakunya, dimana antara ekosistem itu tentunya melibatkan para desainernya, kemudian bagaimana produksinya, kemudian akses terhadap materialnya. Hal ini yang sedang dibangun oleh Kemenperin.
"Platform-platform yang memang sudah ada tinggal kita pakai dan sinergikan dengan ekosistem yang akan kita bangun," ujar Ratna.
Kemenperin juga berharap bisa menguji coba implementasi rancangan ekosistem bisnis untuk industri fashion tersebut pada tahun depan.
"Kita rencananya pada 2019 sudah akan uji coba implementasi untuk industri fesyen, dengan melibatkan desainer, kemudian pelaku industri fesyen, lalu UPT atau Center of Excellence yang di mana bisa ditempatkan beberapa peralatan yang dapat diakses oleh para pelaku ini serta juga melibatkan para pemangku kepentingan lainnya," kata Ratna usai menutup kegiatan program Creative Business Incubator (CBI) 2018 bagi pelaku industri kreatif kriya dan fesyen di bawah usia 28 tahun.
Dia menjelaskan program CBI merupakan kolaborasi antara pemerintah, swasta dan akademisi dalam perencanaan, pelaksanaan program, business pitching dan evaluasi. Dimana dalam penyusunan kurikulum dan pelaksanaan program kami melibatkan Tim dari Universitas Prasetiya Mulya sebagai salah satu institusi pendidikan bisnis terbaik di negeri.
Kemudian dalam melakukan evaluasi perencanaan bisnis dan business pithcing, Kemenperin mengundang Desk Inkubasi Bisnis Mikro dan Ritel BRI, Angel Investment Network Indonesia, Talent Indonesia, Mekar.id dan Angel Investor. Lalu terkait dengan aspek pemasarannya, Kemenperin juga mengikutsertakan peserta program ini dalam Makerfest Tokopedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News