Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (MI/SUSANTO)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (MI/SUSANTO)

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp37 Miliar

Ekonomi perikanan kelautan dan perikanan lobster
Angga Bratadharma • 20 April 2019 12:31
Jambi: Pemerintah kembali menggagalkan penyelundupan Benih Lobster (BL) ilegal di Jambi. Sebanyak 246.673 ekor BL, terdiri dari 235.900 BL jenis pasir dan 10.773 BL jenis mutiara, berhasil diselamatkan melalui kerja sama tim gabungan Satreskrim Polres Tanjungjabung Timur dengan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Perikanan (SKIPM) Jambi.
 
Proses penangkapan bermula saat polisi melakukan patroli di sekitar Desa Lambur Luar, Kec. Sabak Timur, Kab. Tanjungjabung Timur. Curiga terhadap tiga unit mobil yang berhenti di jalan raya, polisi menghampiri ketiga mobil tersebut. Namun diduga, pemilik mobil melarikan diri saat polisi hendak memeriksa mobil tersebut.
 
Dari hasil pemeriksaan, BL dikemas dalam 1.238 kantong plastik yang dimasukkan ke dalam 35 box styrofoam. Hingga saat ini, pelaku masih dalam proses pencarian oleh pihak Satreskrim Polres Tanjungjabung Timur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Rina menyatakan keberhasilan pengaggalan upaya penyelundupan BL ini telah menyelamatkan potensi kerugian negara yang besar. "Total nilai BL yang berhasil diselamatkan setara dengan Rp37,5 miliar," ungkapnya, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu, 20 April 2019.
 
Rina menjelaskan, benih lobster termasuk dalam jenis hasil laut yang dilarang penangkapannya berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan.
 
"Sesuai dengan peraturan yang berlaku tersebut, lobster berukuran di bawah 200 gram idak boleh ditangkap supaya terjaga kelestariannya," tukasnya.
 
Sejalan dengan hal itu, BL yang berhasil diselamatkan di Jambi telah dilepasliarkan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pada Jumat 19 April. Turut hadir mendampingi Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman, dan Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut Harry Setyawa.
 
Kemudian dihadiri pula Polres Tanjungjabung Timur Bripda Febriyanto, Kepala SKIPM Batam Ashari Syarief, dan sejumlah saksi lainnya dalam pelepasliaran tersebut.
 
"Semoga tidak ada lagi yang coba-coba menangkap benih lobster seperti ini ya. Biarkan bayi-bayi lobster itu tumbuh jadi remaja hingga dewasa supaya bisa berkembang biak. Kalau masih bayi begini sudah ditangkapin, nanti di mana lagi kita bisa dapet lobster? Ayo kita jaga sama-sama," pesan Menteri Susi.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif