Restrukturisasi Mesin bagi IKM Terus Digulirkan
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih. (FOTO: dok Kemenperin)
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menggulirkan program restrukturisasi mesin dan peralatan bagi industri kecil dan menengah (IKM).

Periode 2014-2017, bantuan tersebut telah dimanfaatkan sebanyak 380 IKM yang meliputi sektor alat angkut, furnitur, logam, pangan, kimia, mesin, sandang, aneka, serta barang dari kayu.

"Program peremajaan mesin dan peralatan penunjang produksi ini untuk lebih meningkatkan produktivitas IKM sekaligus memacu daya saingnya sehingga mampu kompetitif di pasar domestik hingga ekspor," kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Menurut Gati, upaya strategis itu telah dilaksanakan sejak 2009. Namun, pada 2009-2012, hanya menyasar untuk sektor IKM sandang. "Setelah 2012, program ini sudah bisa diakses seluruh sektor IKM secara umum," ujarnya.

Gati menjelaskan program restrukturisasi ini berupa potongan harga kepada IKM dalam pembelian mesin dan peralatan penopang aktivitas produksi. Pelaku IKM mendapat nilai potongan (reimburse) sebesar 30 persen dari harga pembelian mesin atau peralatan yang dibuat di dalam negeri. Sedangkan untuk mesin atau peralatan buatan luar negeri, nilai potongannya sebesar 25 persen dari harga pembelian.

"Program ini sangat membantu IKM terutama dalam segi pembiayaannya. Selain itu, diharapkan terjadi peningkatan teknologi produksi terbaru yang digunakan," tuturnya.

Sementara itu pada periode 2014-2017, total nilai potongan harga yang telah diberikan IKM mencapai Rp42,306 miliar. Direktorat Jenderal IKM Kemenperin dari tahun ke tahun telah melakukan penyempurnaan agar memudahkan IKM dalam mengakses atau memanfaatkan program ini, antara lain melalui simplifikasi prosedur, persyaratan dan kriteria.

Selain itu, pendampingan dan asistensi oleh Lembaga Pengelola Program (LPP) terus dilakukan agar program ini dapat lebih mudah diaplikasikan.

"LPP adalah lembaga independen yang membantu Ditjen IKM dalam pelaksanaan kegiatan operasional pengelolaan program restrukturisasi mesin dan peralatan," tambag Gati.

LPP menyediakan pos pelayanan di sentra-sentra IKM unggulan yang berpotensi untuk ikut serta pada program tersebut. Oleh karena itu program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM kembali dilanjutkan pada 2018 sesuai dengan ketentuan yang diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian dan Petunjuk Pelaksanaan yang tertuang dalam Keputusan Dirjen IKM Kemenperin.

Gati berharap, melalui program restrukturisasi dan pemanfaatan teknologi digital tersebut, para pelaku IKM nasional dapat mengembangkan usahanya lebih baik lagi, dari sisi produksi maupun pemasaran.

"Pengenalan teknologi-teknologi itu juga merupakan salah satu upaya Ditjen IKM dalam mengantarkan para pelaku IKM nasional menuju era revolusi industri 4.0," tegasnya.

Apalagi, salah satu dari 10 prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 adalah memberdayakan pelaku IKM. Pasalnya, hampir 70 persen pelaku usaha Indonesia berada di sektor IKM.

"IKM mempunyai kedudukan strategis dalam perekonomian nasional. Hal ini dilihat dari jumlah unit usaha, penyerapan tenaga, dan ragam produknya yang cukup banyak. Sektor IKM juga selama ini sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat luas," pungkasnya.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id