Ilustrasi kerajinan Indonesia. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Ilustrasi kerajinan Indonesia. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Industri Furnitur dan Kerajinan Agresif Dobrak Pasar Ekspor

Ekonomi kementerian perdagangan furnitur industri
Ilham wibowo • 18 Maret 2019 12:07
Jakarta: Industri furnitur dan kerajinan nasional mampu terus mendobrak pasar internasional. Pencapaian itu dari berbagai produk unggulan yang dinilai memiliki kualitas dan desain menarik.
 
Direktur Jenderal Industri, Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan kekuatan sektor ini didukung melalui ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Selain itu, sumber daya manusia terampil dan keragaman corak dari budaya lokal juga mendorong pertumbuhan minat pembeli di pasar internasional.
 
"Kemajuan industri furnitur dan kerajinan Indonesia bukan hanya usaha dari pemerintah semata, namun juga semua pihak dari hulu ke hilir," kata Gati melalui keterangan resminya, Senin, 18 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Neraca perdagangan industri furnitur tercatat mengalami surplus pada Januari 2019 dengan nilai ekspor sebesar USD113,36 juta. Nilai tersebut naik 8,2 persen dibanding capaian pada Desember 2018.Sepanjang tahun lalu, nilai ekspor furnitur nasional menembus hingga USD1,69 miliar. Angka itu pun naik empat persen dibanding raihan 2017.
 
Selanjutnya, nilai ekspor dari produk kriya nasional pada Januari-November 2018 mampu mencapai USD823 juta, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD820 juta.
 
Industri kerajinan di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 700 ribu unit usaha juga menumbuhkan kehadiran tenaga kerja. Sektor ini mampu menyerap potensi sumber daya manusia sebanyak 1,32 juta orang.
 
Untuk itu, lanjut Gati, pihaknya berharap agar sektor industri kecil dan menengah (IKM) yang menjadi produsen furnitur dan kerajinan agar tetap menjaga kualitas bahan baku produknya. Para pelaku industri pun perlu serta selalu berinovasi.
 
"Yang tidak kalah penting juga adalah after sales service kepada para buyer agar mereka menjadi loyal customer," ungkapnya.
 
Potensi pengembangan industri furnitur dan kerajinan di dalam negeri ini tercermin dari Indonesia sebagai penghasil 80 persen untuk bahan baku rotan dunia. Daerah penghasil rotan di Indonesia tersebar di berbagai pulau, terutama di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.
 
"Kita punya 312 jenis spesies rotan, yang perlu dimanfaatkan untuk industri furnitur dan kerajinan," tutur Gati.
 
Selain itu, sumber bahan baku kayu juga sangat besar, mengingat potensi lahan hutan di Indonesia yang sangat. Saat ini lahan potensial mencapai hingga 120,6 juta hektare (ha), terdiri dari hutan produksi seluas 12,8 juta ha.
 
Guna menghasilkan produk yang kompetitif di kancah global, industri furnitur dan kerajinan perlu memanfaatkan teknologi terkini. Hal ini seiring dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.
 
"Melalui penggunaan teknologi digital, diharapkan industrinya semakin produktif dan inovatif, sekaligus memperluas pasar," imbuhnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif