Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Dok; Kemenko Perekonomian.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Dok; Kemenko Perekonomian.

Jurus Pemerintah Tangkis Deindustrialisasi

Ekonomi perindustrian
Eko Nordiansyah • 16 April 2019 06:52
Tangerang: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut sulit untuk meningkatkan peranan industri manufaktur mencapai 30 persen dari Produk Domestuk Bruto (PDB). Apalagi saat ini pemerintah tak bisa hanya bergantung pada industri manufaktur karena berkembangnya industri jasa.
 
Darmin mengatakan saat ini industri jasa, pariwisata, hingga digital terus berkembang. Oleh karena itu, pemerintah harus bisa merespon peluang yang ada dengan memberikan perhatian bagi industri tersebut.
 
"Begitu dia mulai masuk ke aspek-aspek yang tidak langsung manufaktur memang tidak selalu kemudian dicapai peranan manufaktur itu harus di atas 30 persen," kata dia usai menghadiri Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Senin, 15 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan pemerintah ingin mendorong sektor pariwisata tapi tak membuat fokus kebijakan berubah secara cepat. Apalagi selama ini sektor industri, khususnya yang memanfaatkan sumber daya alam, masih menjadi andalan.
 
"Kita memang negara dengan sumber dayanya bisa pertanian, pertambangan tapi juga bisa di sektor jasa, seperti pariwisata. Apa ekspor kita yang terbesar kalau dilihat per komoditinya. Satu adalah kelapa sawit, itu namanya sumber daya alam, perkebunan. Kedua pariwisata," jelas dia.
 
Menurut Darmin perubahan dunia begitu cepat sehingga perlu penyesuaian yang tepat. Indonesia diharapkan bisa memanfaatkan momentum perkembangan yang ada, terutama revolusi industri 4.0 yang mengandalkan digital.
 
"Jadi jangan terlalu kaku mengikuti pakem-pakem dunia di masa lalu. Dunia itu bergerak berubah. Yang namanya jasa apalagi setelah digital, itu peranan langsung dari manufakturnya mungkin tidak mudah mencapai seperti peranan negara yang lebih dulu membangun," pungkasnya.
 
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pada tahun lalu sebesat 4,27 persen. Sementara kontribusi industri terhadap perekonomian adalah 19,86 persen. Porsi industri masih yang terbesar terhadap perekonomian dibandingkan dengan sektor lainnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif