illustrasi. MI / Bary Fathahilah.
illustrasi. MI / Bary Fathahilah.

Kuota Impor untuk Breeder Harus Ditingkatkan

12 Januari 2016 20:10
medcom.id, Jakarta: Gabungan Pengusaha Pembiakan Sapi Potong Indonesia (GAPPSI) mengharapkan pemerintah meningkatkan kuota impor indukan bagi usaha pembiakan sapi (breeder) di dalam negeri.
 
Sekjen GAPPSI Dayan Antoni di Jakarta menyatakan swasembada daging yang diprogramkan pemerintah mampu diwujudkan apabila sapi-sapi bakalan dapat diproduksi di Indonesia.
 
Produksi tersebut, tambahnya hanya terjadi apabila lebih banyak pelaku usaha melakukan investasi pembiakan (breeder) sapi, namun usaha tersebut kurang menarik investor karena dinilai tidak menguntungkan dibandingkan penggemukan sapi.

"Dari sisi usaha (pembiakan) tidak menguntungkan karena dibutuhkan jangka waktu setidaknya tiga tahun dan biaya yang tidak sedikit terutama untuk pakan. Dibutuhkan waktu sekitar 2,5-3 tahun dari sejak sapi indukan diinseminasi hingga menghasilkan sapi siap potong," ujar Dayan Antoni dikutip dari Antara, Selasa (12/1/2016).
 
Sementara itu, biaya untuk inseminasi hingga siap potong sekitar Rp17,5 juta atau sekitar Rp43.000 per Kilogram (kg) daging sapi hidup. Tingginya biaya tersebut, menurut dia, terutama dari harga pakan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, belum lagi ditambah risiko kematian sapi.
 
"Kombinasi keduanya membuat membuat breeding tidak menjadi kegiatan usaha yang diminati karena kurang menguntungkan dibandingkan usaha penggemukan dengan jangka waktu yang lebih pendek," katanya.
 
Dayan menyatakan rencana pemerintah untuk membuka tambahan kuota impor dengan mempertimbangkan jumlah sapi indukan merupakan insentif menarik agar breeder dapat berkembang di Indonesia.
 
Menurut dia, tambahan kuota impor yang diperkirakan sebesar 60 persen dari jumlah indukan yang dimiliki oleh breeder dan diharapkan pemerintah bisa meningkatkan menjadi 100 persen. Insentif tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat mendorong pengusahaan penggemukan juga memiliki dan mengembangkan pembiakan.
 
Selain peningkatan kuota impor indukan, menurut dia, untuk menarik minat investor berusaha dalam bidang pembiakan sapi maka diperlukan insentif lain yakni pembebasan Bea Masuk sapi Indukan, kredit murah, dan lahan penghijauan.
 
Ketiga hal tersebut, tambahnya,  berupaya menjawab permasalahan tingginya biaya breeding setidaknya mengurangi biaya pakan hijauan, dan biaya mendatangkan sapi indukan ke Indonesia.
 
"Insentif tersebut penting guna mendorong produksi sapi agar dapat memenuhi kebutuhan sapi lokal di Indonesia," kata Dayan.
 
Sepanjang 2015 hanya terdapat sekitar 1.000 ekor sapi Indukan yang diimpor oleh pelaku industri sapi dari sektor swasta salah satunya PT AustAsia Stockfeed yakni anak usaha SANTORI dari JAPFA Group. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan