NEWSTICKER
Lahan Kelapa Sawit. ANTARA/Yudhi Mahatma.
Lahan Kelapa Sawit. ANTARA/Yudhi Mahatma.

Disbun Aceh Buka 2.000 Ha Lahan Sawit

Ekonomi ekspansi kelapa sawit
17 April 2016 15:10
medcom.id, Meulaboh: Dinas Perkebunan Provinsi Aceh pada 2016 membuka 2.000 hektare (ha) lahan perkebunan sawit baru di tujuh kabupaten/kota untuk mempercepat pencapaian pertumbuhan ekonomi masyarakat.
 
Kepala Disbun Aceh M Jailani A Bakar mengatakan pengembangan perkebunan itu diprioritaskan pada daerah yang berpotensial dalam program dana reguler dan reintegrasi sesuai ketersediaan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) untuk perkebunan sawit rakyat.
 
"Ada sekitar 2.000 ha kebun sawit mengunakan dana APBA. Kita belum ada petunjuk tentang moratorium, secara nasional saya pikir masih dalam skala prioritas pengembangan kelapa sawit," ucapnya dikutip dari Antara, Minggu (17/4/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi rencana pemerintah akan menghentikan sementara konsesi lahan kelapa sawit di sejumlah provinsi di Indonesia, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo pada pencanangan Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Kamis (14/4).
 
Kadisbun Aceh M Jailani mengatakan, Aceh tidak akan moratorium dan akan terus mengembangkan perkebunan kelapa sawit sampai adanya petunjuk pasti oleh Kementrian terkait, apalagi pengembangan kelapa sawit masih menjadi program prioritas daerah.
 
"Salah satunya di Kabupaten Aceh Barat akan ada pengembangan 500 ha kebun sawit. Kita tetap mengembangkan perkebunan kelapa sawit, tidak ada moratorium, saya belum dapat informasi dan petunjuk mengenai hal itu," jelasnya.
 
Dia menjelaskan, tujuh kabupaten/kota di Aceh yang akan mengembangkan perluasan kebun sawit rakyat dana APBA itu yakni Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat daya, Aceh Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur dan Kota Subulussalam.
 
Untuk daerah terluas pembukaan lahan sawit dari bantuan Disbun Aceh ini berada di Kabupaten Aceh Barat seluas 500 ha, kemudian menyusul Aceh Utara seluas 400 ha, kemudian paling kecil yakni Kabupaten Aceh Jaya 200-300 ha.
 
"Sekarang dalam pemantapan dan persiapan calon lokasi dan calon lahan, karena penerima manfaat adalah masyarakat, termasuk kaum dhuafa, fakir miskin, mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan sebagainya," ujar Jailani.
 
Dia melanjutkan untuk wilayah Aceh Barat, yang termasuk di kawasan Babah Meulaboh, tim teknis dari provinsi bersama pemkab sedang melakukan seleksi calon lahan dan calon petani sebagai dasar Disbun Aceh menyalurkan bantuan itu. Terkait pengembangan kebun sawit, rakyat diharapkan dapat memprioritaskan lahan seluas 2 ha untuk per kepala keluarga atau maksimal 3-4 ha per kepala keluarga bila masih memungkinkan ketersediaan lahan.
 
Skala usaha tani untuk pengembangan kebun kelapa sawit harus dilahan seluas 2-3 ha untuk memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat. Kemudian untuk kebun kakao seluas 2 ha dan karet 3 ha.
 
"Untuk pengembangan sawit itu kita harapkan, kalau boleh per KK itu 2 ha angka yang tepat. Itu untuk skala usaha tani, tapi kalau untuk skala ekonomis minimal dalam satu kawasan 500 ha," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif