Kelompok Kerja (Pokja) Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menilai terdapat dua komponen terbesar dalam industri kreatif. Komponen itu yaitu bidang kuliner (makanan) dan fashion (busana). Namun, ternyata industri busana muslim inilah yang menyumbang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
"Berdasarkan hasil pertemuan antara KEIN dengan Presiden Joko Widodo sebulan sekali di luar rapat Kabinet, dan terakhir juga dalam rapat terbatas dengan beliau tentang presentasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, ternyata salah satu sektor yang paling banyak meningkatkan pertumbuhan ekonomi terdapat di bidang industri kreatif," kata Ketua Pokja Industri Kreatif KEIN, Irfan Wahid dalam rilisnya, Jakarta, Kamis (23/6/2016).
Kelompok industri ini masih berpeluang besar untuk tumbuh. Maka, Pokja Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) bersama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata dan Bekraf dalam Focus Group Disscusion (FGD) memandang untuk percepatan pertumbuhannya serta perlu adanya penyusunan roadmap industri kreatif di bidang busana muslim.
"Kita sudah melihat, industri busana muslim memang sudah berjalan dengan sangat baik, tapi akan lebih baik lagi jika kita kerjakan bersama-sama dengan semua stakeholder (pemangku kebijakan) yang terkait," ujar dia.
Dilihat dari potensi pertumbuhannya, Indonesia merupakan satu dari lima besar negara anggota Organisasi Kerjasama Negara Islam (OKI) sebagai pengeskpor busana muslim terbesar selain Bangladesh, Turki, Maroko dan Pakistan.
"Desain dan kualitas produk busana muslim Indonesia juga diakui berdaya saing global, karena mengandung unsur budaya dari batik dan tenun. Namun Indonesia juga masih menjadi negara dengan peringkat ke lima pengonsumsi busana muslim tingkat dunia, selain peringkat tiga besar lainnya yaitu; Turki, Uni Emirat Arab dan Nigeria," jelas Irfan.
Ia juga menyebutkan, saat ini ada beberapa negara yang bersiap menguasai pasar busana muslim dunia, di antaranya; Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Malasyia, Amerika Serikat, Italia, Thailand, Jepang, Italia, Inggris dan Prancis.
Perlu dibantu promosi
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah mengatakan perlu adanya sarana promosi dengan menggunakan database dan katalog industri yang lengkap untuk mempopulerkan industri kreatif.
Euis mengatakan pihaknya bakal memberikan fasilitas bagi pelaku industri busana muslim untuk ikut fashion show (pameran busana) baik di dalam negeri dan luar negeri.
"Terakhir kemarin kita sudah bantu fasilitasi mereka ke Turki, Maroko dan Prancis," jelas Euis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News