Ilustrasi. (ANTARA FOTO / Prasetyo Utomo)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO / Prasetyo Utomo)

Kenaikan FFR Tidak Pengaruhi Bisnis Multifinance

Ekonomi multifinance
Angga Bratadharma • 27 Agustus 2016 08:30
medcom.id, Jakarta: Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memperkirakan rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) yakni the Fed yang akan menaikkan tingkat suku bunga atau Fed Fund Rate (FFR) tidak akan memberi pengaruh signifikan terhadap bisnis industri perusahaan pembiayaan (multifinance).
 
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menilai, industri perusahaan pembiayaan akan tetap bergerak dan tumbuh secara positif meski the Fed menaikkan tingkat suku bunganya. Bahkan, pertumbuhan tersebut diperkirakan akan tetap terjadi meski efek dari rencana kenaikan suku bunga telah memberi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
 
"Suku bunga (the Fed) paling naik sekitar 25 basis poin (bps) dan tidak akan ada pengaruh kepada kenaikan tingkat suku bunga perbankan di Indonesia. Jadi memang tidak ada pengaruh signifikan (kenaikan suku bunga the Fed ke bisnis perusahaan pembiayaan)," kata Suwandi, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Sabtu (27/8/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, Suwandi berharap, pemerintah terus melakukan perbaikan dan terus mendorong perekonomian bergerak lebih baik lagi di masa yang akan datang. Apabila pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan dan tumbuh lebih maksimal maka dirinya tidak menampik hal itu memberi stimulus positif terhadap kinerja perusahaan pembiayaan.
 
"Kalau pertumbuhan ekonomi baik maka akan memberikan imbas terhadap bisnis perusahaan pembiayaan. Perusahaan pembiayaan hanya akan tumbuh baik apabila pertumbuhan ekonomi membaik, karena dampaknya alat berat membaik, batu bara naik, otomotif membaik, dan lain sebagainya," tegas Suwandi.
 
Sebelumnya, para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) berkumpul pada Kamis waktu setempat dalam konferensi tahunan membahas mengenai kebijakan moneter. Beberapa pejabat The Fed mengambil kesempatan pada konferensi itu guna memperbaharui dorongan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan atau FFR.
 
"Kasus ini memperkuat kenaikan tingkat suku bunga acuan," kata President Fed Dallas, Robert Kaplan kepada CNBC Television.
 
Sementara itu, President Fed Kansas City Esther George, yang sudah menyelenggarakan konferensi di tempat ini sejak 1978 memiliki pesan yang lebih kuat terkait penyesuaian tingkat suku bunga acuan. "Saya pikir sudah waktunya (suku bunga) untuk bergerak," tegas George.
 
The Fed telah menaikkan tingkat suku bunga acuan untuk pertama kalinya hampir dalam satu dekade di Desember. Namun setelah itu, suku bunga ditahan sejak ada kekhawatiran volatilitas pasar luar negeri dan pasar keuangan yang tentunya bisa memberikan kerugian terhadap pertumbuhan ekonomi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif