Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)
Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

Tiap Tahun, Penjual Daging Resah Harga Daging Tinggi

Dian Ihsan Siregar • 21 Juli 2015 15:08
medcom.id, Jakarta: Penjual daging sapi di pasar mulai resah atas kenaikan harga daging tiap tahunnya, terutama di saat momen bulan puasa dan perayaan Lebaran. Hal itu menyebabkan banyak masyarakat memperoleh daging dengan harga tinggi.
 
"Coba pemerintah bantu kami dan masyarakat. Jangan apa-apa naik. Kami juga tidak mau harga daging tinggi. Tapi dari atasnya sudah tinggi, mau tidak mau tinggi harganya. Masyarakat dan kami yang terbebani. Jadi tolong perhatikan masalah daging ini," kata penjual daging sapi Haji Rawin, kepada Metrotvnews.com, ditemui di PD Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/7/2015).
 
Dirinya sangat menyayangkan kinerja pemerintah, yang dinilainya telah banyak melakukan impor daging namun harga daging di pasaran masih tinggi. Rawin mencurigai adanya permainan di balik kenaikan harga daging tiap tahunnya ini, utamanya saat puasa dan Lebaran.

"Sudah impor, tapi masih tinggi harganya. Tidak bisa diharapkan juga pemerintah tiap tahunnya. Apalagi kita negara kepulauan, karenanya berbeda-beda," jelas dia.
 
Tidak hanya Rawin, penjual daging sapi lainnya, Sarmili mengaku bahwa memang sangat susah membuat harga daging sapi tetap normal di saat perayaan hari besar, seperti puasa dan Lebaran. Harus ada dukungan dan kekuatan yang tinggi dari pemerintah. Sayangnya, langkah pemerintah seakan sia-sia karena harga daging masih tinggi.
 
"Pemerintah sebenarnya bisa melakukan kontrol, tapi di atas sana juga banyak yang main. Jadi sangat susah kalau pemerintah tetap melakukan kontrol. Sapi impor juga sudah banyak, tapi tetap tinggi harganya," jelas Sarmili.
 
Salah satu pembeli, Ibu Shinta menambahkan, lima tahun belakangan ini harga daging sapi mengalami kenaikan yang sangat tinggi. Sehingga, para ibu rumah tangga sangat pusing memikirkan harga daging dan kebutuhan pokok lainnya di saat merangkak ke posisi yang tinggi.
 
"Mau tidak mau kita beli, karena kebutuhan yang kami butuhkan di saat puasa dan Lebaran. Malah parah di saat Lebaran. Harga sangat tinggi, karena permintaan banyak. Tapi, stok di pasar sedikit," tutup Shinta.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan