Ilustrasi (FOTO: Bulog)
Ilustrasi (FOTO: Bulog)

Bulog Terus Sediakan Produk Pangan Berkualitas dan Terjangkau

Ekonomi beras stok beras bulog
15 Juni 2019 21:05
Jakarta: Perum Bulog terus melakukan persiapan untuk meraih 70 persen pasar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan menyediakan produk pangan berkualitas dan terjangkau khususnya beras, baik beras medium maupun premium sesuai dengan kebutuhan konsumen BNPT.
 
Dengan pengalaman di industri perberasan, termasuk kemampuan distribusi dan kemampuan infrastruktur yang dimiliki, Perum Bulog memiliki kapasitas menyediakan beras untuk 15,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah Indonesia, baik wilayah perkotaan maupun pelosok yang sulit diakses oleh transportasi biasa dan sinyal operator.
 
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog menyampaikan bahwa Bulog memiliki kurang lebih 37 mesin pengolahan yang tersebar di wilayah penyerapan gabah/beras seluruh Indonesia, dan bersinergi dengan mitra GAPOKTAN maupun swasta dalam penyediaan kebutuhan beras untuk stok CBP, maupun komersial.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bulog punya kompetensi tersebut sehingga kami yakin mampu meraih pasar BPNT lebih dari 70 persen. Di semester I-2019 ini, Bulog mampu menyerap gabah/beras petani sebanyak 650 ribu ton sesuai dengan HPP dalam Inpres No 5/2015 dengan fleksibilitas 10 persen," tutur Tri Wahyudi, seperti dikutip dari keterangan resminya, di Jakarta, Sabtu, 15 Juni 2019.
 
Ia menambahkan dengan melihat kebutuhan beras BPNT untuk 15,6 juta KPM sebanyak 1,5 juta ton (asumsi satu KPM menerima 10 kg) bukan hal yang sulit bagi Bulog untuk menyerap gabah/beras petani di atas HPP dengan mekanisme komersial.
 
"Tentunya Petani akan diuntungkan dengan konsep pembelian hasil panen menggunakan mekanisme komersial ini," tegas Tri Wahyudi.
 
Terdapat multiplier effect dengan Bulog sebagai penyedia beras untuk BPNT yakni petani akan bergairah menanam karena ada kepastian dibeli hasil panennya di atas HPP. Kemudian, agen BPNT (agen himbara dan E-Warong) akan menerima beras yang berkualitas dan terjangkau harganya.
 
"Sehingga memberikan keuntungan bagi agen, dan agen BPNT yang terdapat di desa-desa akan tumbuh serta berkembang yang akhirnya berdampak kepada perekonomian desa," ucapnya.
 
Dengan adanya jaminan Bulog sebagai penyedia beras BPNT, ada keseimbangan dalam penugasan Bulog untuk menjaga ketahanan pangan di sisi hulu dan hilir. Di sisi hulu, Bulog dapat menyerap gabah/beras petani sebanyak-banyaknya baik untuk stok CBP maupun untuk BPNT.
 
"Keberhasilan menjaga ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan dukungan seluruh pihak, terutama dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dinas terkait, Satgas Pangan dan para pelaku pasar," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif