Illustrasi. Dok : ELC.
Illustrasi. Dok : ELC.

Produsen Mainan Siap Implemetasi Standar Industri 4.0

Ekonomi Revolusi Industri 4.0
Ilham wibowo • 15 Agustus 2019 21:21
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memberikan program pendampingan khusus kepada pelaku usaha yang serius memanfaatkan standar revolusi industri 4.0. Peningkatan daya saing jadi kunci meraih keuntungan di pasar ekspor.
 
Pilot project program pendampingan tersebut rencananya bakal dilakukan kepada PT Sunindo Adipersada terkait implementasi industri 4.0 pada industri mainan. Perusahaan yang sudah 27 tahun berdiri itu menjadi satu satunya perusahaan mainan yang dipilih Kemenperin sebagai percontohan.
 
CEO PT Sunindo Adipersada Iwan Tjen mengatakan pihaknya sudah menerima kunjungan langsung tim Kemenperin yang langsung meninjau ke pabrik mainan Sunindo yang berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat. Aspek penerapan standar industri modern jadi penilaian tersendiri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Perkembangan teknologi semakin pesat dalam industri, akan tetapi kami melihat khusus untuk industri boneka perkembangan teknologinya tidak sepesat industri garmen misalnya. Banyak inovasi teknologi garmen yang tercipta seiring dengan perkembangan fesyen masyarakat," kata Iwan Tjen melalui keterangan tertulis, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Menurut Iwan, inovasi di industri boneka sudah berkembang pesat, tapi tidak didukung dengan penerapan pemanfaatan teknologi. Karenanya, dibutuhkan skill tinggi dari para inovatornya untuk membuat boneka kekinian lantran memiliki kerumitan yang cukup banyak dan masih menggunakan mesin lawas.
 
Adapun Sunindo tercatat sebagai salah satu perusahaan boneka terbesar di Indonesia yang mampu menembus pasar ekspor. Pemenuhan kualitas boneka standar dunia juga dilakukan dengan penggunaan material yang lolos uji SNI, ICTI, ASTM, EN 71 untuk alasan keamanan anak-anak.
 
Dari penilaian tersebut, Sunindo dianggap pantas menjadi percontohan untuk Industri 4.0. Efisiensi proses kerja dapat dilakukan untuk membantu perusahaan semakin produktif dan memperluas pasar ekspor.
 
“Produk kami sudah diuji kualitasnya dan sangat laris di pasar ekspor baik di Amerika dan Australia yang menjadi market terbesar kami dan juga Eropa, Timur Tengah serta Asia. Kami termasuk perusahaan mainan yang juga sudah berkontribusi terhadap ekonomi nasional," ungkap Iwan.
 
Pasar industri mainan dunia sendiri ternilai terus tumbuh dan diprediksi naik menjadi USD99 miliar pada 2022. Indonesia pun termasuk sebagai salah satu produsen mainan terbesar di dunia dengan nilai ekspor mencapai USD300 juta pada 2017.
 
"Saya berharap dan juga mendukung program pendampingan ini untuk dikembangkan lebih luas lagi dan bisa dirasakan oleh banyak perusahaan industri lainnya di Indonesia," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif