Illustrasi. Medcom/Aditya.
Illustrasi. Medcom/Aditya.

Bisnis Waralaba Diprediksi Tumbuh 10% di 2019

Ekonomi pameran waralaba
Nia Deviyana • 08 Juli 2019 16:29
Jakarta: Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Andrew Nugroho memproyeksikan pertumbuhan bisnis waralaba mencapai 10 persen pada tahun ini, baik dari sisi transaksi maupun jumlah gerai pewaralaba. Andrew mengaku optimistis dengan target tersebut jika melihat kondisi ekonomi yang diperkirakan akan terus membaik.
 
Catatan International Franchise Association dalam laporan Franchise Business Economic Outlook menyatakan stabilitas ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan belanja konsumen menunjukkan sinyal positif. Laporan terbaru IFA menargetkan franchise di seluruh dunia tumbuh sekitar 2,6 persen.
 
"International Monetary Fund juga memberikan laporan positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meski secara global IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 3,7 persen, beberapa negara termasuk Indonesia diprediksi memiliki pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku waralaba asing untuk membuka bisnis di Indonesia," ujar Andrew, di sela-sela pameran International Franchise, License, and Business Concept Expo and Conference (IFRA) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu, seperti dikutip melalui keterangan resminya, Senin, 8 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketertarikan waralaba asing untuk masuk ke Indonesia, kata Andrew, terlihat dari kerja sama yang telah dilakukan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dengan Korea Franchise Association (KFA). AFI berharap kerja sama ini juga akan membuka peluang pewaralaba Indonesia untuk membuka franchise di Korea.
 
Dari sisi produk, sektor makanan dan minuman masih mendominasi industri waralaba. Andrew menyatakan peluang bisnis di sektor makanan dan minuman masih sangat besar. Masih banyak wilayah di Indonesia yang bisa dijangkau untuk mengembangkan bisnis waralaba. Pertumbuhan ekonomi dan perbaikan infrastruktur ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ini.
 
Sekjen Kementerian Perdagangan (Kemendag) Karyanto Suprih, saat membuka IFRA 2019, mengatakan tahun ini perekonomian Indonesia akan melanjutkan momentum pertumbuhan sehingga membuka peluang bagi pengembangan usaha, termasuk di bidang waralaba.
 
Menurut Karyanto, pangsa pasar waralaba di Indonesia cukup besar dan terus tumbuh. Hal itu didukung tingginya permintaan terutama dari golongan masyarakat menengah. "Mereka membutuhkan ruang sosialisasi dan bergaul yang mendorong menjamurnya waralaba di bidang makanan dan minuman," ujar Karyanto.
 
Hal senada dikatakan Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar. Menurut dia, waralaba merupakan pilihan tepat bagi mereka yang ingin bekerja mandiri. Para pebisnis waralaba harus memiliki target untuk menjadikan bisnis mereka sebagai bisnis unggulan.
 
"Skema waralaba yang fleksibel dari sisi permodalan diharapkan mampu meningkatkan jumlah pebisnis waralaba di tahun ini. Apalagi saat ini Kementerian Perdagangan telah memberikan fasilitas berupa sistem perizinan yang semakin mudah, cepat, dan kondusif," pungkas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif