Ilustrasi OVO. Foto: dok Ist.
Ilustrasi OVO. Foto: dok Ist.

Dirintis Lippo, OVO Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

Ekonomi lippo grup ovo
Medcom • 18 November 2019 07:25
Jakarta: Direktur Lippo Group Adrian Suherman membantah rumor yang berkembang bahwa perusahaannya akan berpisah dengan OVO. Menurutnya, rumor tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan fakta, dirinya juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang membuat rumor semacam itu.
 
"Saya menegaskan bahwa berita-berita yang mengabarkan bahwa Lippo Group akan meninggalkan dan keluar dari OVO sepenuhnya rumor, sama sekali tidak benar dan tidak berdasarkan fakta. Sebagai pendiri OVO, kami sangat menyayangkan beredarnya rumor yang tidak benar tersebut," tegas Adrian, Minggu, 17 November 2019.
 
Adrian mengatakan bila Lippo Group dan pemegang saham OVO lainnya akan tetap menjadi bagian dari unicorn termuda di Indonesia itu. Adrian juga menjamin bila Lippo Group akan terus mendukung kemajuan OVO guna meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bersama para pemegang saham lain, kami tetap merupakan bagian dari OVO dan selalu mendukung kemajuan OVO, yang dalam dua tahun ini telah berkembang pesat menjadi perusahaan fintech e-money Indonesia, yang dapat menjadi kebanggaan nasional," tuturnya.
 
"Kami berkomitmen terus mendukung upaya pemerintah, BI dan OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air," pungkasnya.
 
Sebelumnya, muncul kabar yang menyebut bila Lippo Group akan hengkang dari OVO karena tidak kuat lagi menyuntik dana. Kabar tersebut mengatakan bila OVO mengeluarkan biaya USD50 juta (Rp700 miliar) per bulan. Kabar ini pun langsung dibantah oleh Presiden Direktur PT Visionet Internasional (OVO) Karaniya Dharmasaputra.
 
Karaniya mengatakan OVO adalah perusahaan penyedia layanan keuangan digital yang didirikan, dirintis, dan dikembangkan oleh Lippo Group. Saat ini, para pemegang saham OVO sudah sangat beragam, seiring meningkatnya kinerja OVO, pada dua tahun terakhir.
 
"Kami adalah perusahaan independen yang dikelola oleh manajemen profesional. Mana mungkin OVO berpisah dari pendirinya. OVO fokus perusahaan untuk dorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia," tegas dia.
 
Bahkan dirinya sudah berdiskusi panjang lebar dengan Direktur Lippo Group John Riady, guna mengembangkan OVO ke depan. Menurut Karaniya, beberapa hari terakhir muncul rumor yang sangat merugikan eksistensi OVO dan Lippo Group.
 
"Mengenai rumor tersebut, saya justru baru saja bertemu dan berdiskusi panjang lebar dengan Direktur Lippo Group Pak John Riady. Kami berdiskusi mengenai pengembangan OVO ke depan. Pak John banyak memberikan masukan dan sangat suportif terhadap berbagai upaya pengembangan bisnis OVO," katanya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif