Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. FOTO: MI/SUSANTO
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. FOTO: MI/SUSANTO

Kemenhub Siapkan Rp100 Miliar Perpanjang Landasan Bandara di Karimun

Ekonomi bandara bandar udara
Antara • 03 Februari 2020 15:05
Karimun: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri)
 
"Kami anggarkan Rp100 miliar, sehingga pada akhir 2021 nanti panjang landasan pacunya sudah 2.000 meter," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, seperti dikutip dari Antara, Senin, 3 Februari 2020.
 
Menhub menjanjikan akan mengundang Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Bandara Raja Haji Abdullah sebagai bandara komersial yang dapat mendarat pesawat besar. "Saya akan undang Bapak Presiden untuk peresmiannya," ujar Menhub.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Menhub, pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah menjadi prioritas sesuai perintah Presiden untuk percepatan pembangunan infrastruktur daerah perbatasan dan terluar. "Sarana prasarana transportasi di daerah pulau dan terluar sangat penting. Apalagi Karimun memiliki potensi yang sangat besar, dari industri maupun pariwisata," ujar Menhub.
 
Dia mengatakan telah berkoordinasi dengan Kapolda Kepri, dan secara khusus dengan Bupati dan Kapolres Karimun mengenai permasalahan lahan untuk penambahan landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah.
 
"Saya minta kepada Kapolres agar melakukan penegakan hukum bagi warga yang menduduki lahan. Kita selalu baik dengan masyarakat, tapi buat masyarakat yang menghalangi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, maka akan berhadapan dengan Polri," tutur Menhub.
 
Sementara itu Bupati Karimun Aunur Rafiq berharap penambahan panjang landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah dapat mendorong pengembangan investasi dan perekonomian masyarakat. Saat ini, landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah baru sekitar 1.200 meter, dan hanya melayani penerbangan pesawat perintis Susi Air.
 
"Kalau landasan pacunya sudah 2.000 meter, tentu bandara ini bisa digunakan untuk penerbangan komersial dengan pesawat yang lebih besar. Ini akan berdampak positif bagi pengembangan investasi," pungkas Rafiq.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif