Ilustrasi. FOTO: MI/Aries Munandar
Ilustrasi. FOTO: MI/Aries Munandar

Tiongkok Jadi Pasar Ekspor Terbesar Minyak Sawit Indonesia

Ekonomi minyak sawit kelapa sawit ekonomi indonesia indonesia-tiongkok
Antara • 04 Februari 2020 14:04
Jakarta: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya sepanjang 2019 mencapai 36,17 juta ton. Volume ekspor ini tumbuh sebanyak empat persen dibandingkan dengan di 2018 sebesar 34,7 juta ton.
 
Mengutip Antara, Selasa, 4 Februari 2020, Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan Tiongkok menjadi pasar ekspor terbesar produk minyak sawit Indonesia sepanjang 2019, yakni sebesar enam juta ton (di luar produk oleokimia dan biodiesel).
 
"Tiongkok paling besar kenaikan ekspornya. Namun ke UE turun, India juga turun paling banyak. Tetapi karena kenaikan Tiongkok dan Afrika besar, bisa menutupi minus di tempat lain," kata Joko, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 4 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Tiongkok, pasar ekspor minyak sawit Indonesia, yakni India sebesar 4,8 juta ton, Uni Eropa 4,6 juta ton. Khusus untuk produk oleokimia dan biodiesel, ekspor terbesar adalah ke Tiongkok 825 ribu ton, diikuti oleh Uni Eropa 513 ribu ton.
 
Ekspor minyak sawit ke Afrika juga tercatat naik 11 persen menjadi 2,9 juta ton pada 2019, dari 2,6 juta ton pada 2018. Ini menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun, serta memberikan sinyal positif bagi pasar produk minyak sawit Indonesia.
 
Menurut Joko, pada 2019 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industri sawit Indonesia. Berbagai tantangan tersebut, seperti implementasi kebijakan RED II oleh EU yang menghapuskan penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku bioidiesel.
 
Kemudian, perbedaan tarif impor produk minyak sawit Indonesia ke India, kemarau yang berkepanjangan, perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, serta harga CPO yang terus menurun merupakan tantangan utama yang dihadapi industri sawit hampir sepanjang 2019.
 
Perang dagang AS dan Tiongkok menyebabkan ekspor kedelai ke Tiongkok terkendala sehingga petani AS yang biasanya memasok dalam jumlah besar ke Tiongkok harus mencari pasar baru yang menyebabkan harga oilseed dan juga minyak nabati tertekan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif