Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Restrukturisasi Bisnis Krakatau Steel Diharapkan Tuntas September 2020

Ekonomi krakatau steel
Antara • 25 Februari 2020 12:02
Jakarta: Direktur Utama PT Krakatau Steel (persero) Tbk Silmy Karim berharap restrukturisasi bisnis perusahaan pelat baja merah tersebut dapat rampung pada September 2020. Menyangkut skema restrukturisasi bisnis terdapat opsi-opsi yang saat ini sedang dikaji baik nvestasi langsung, kemitraan strategis, maupun Initial Public Offering (IPO).
 
"Kita pada September 2020 untuk restrukturisasi bisnis Krakatau Steel harus sudah tuntas. Semua opsi akan terlaksana, apakah itu jadi terwujud atau tidak pada September 2020," ujar dia, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.
 
"Kita juga sudah mengundang konsultan baik itu untuk kemitraan strategis, divestasi, maupun IPO juga sedang kita kaji dan terus mendiskusikannya," tambahnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Karim menilai, kondisi perekonomian saat ini agak terganggu oleh wabah virus korona, walaupun tidak terlalu ada hubungannya namun tentu dengan orang-orang menghindari perjalanan antarnegara baik itu ke Indonesia maupun sebaliknya, hal tersebut agak menghambat proses-proses restrukturisasi yang sedang dilakukan.
 
"Tapi kita tentu berharap bahwa wabah korona ini tidak mengganggu secara masif, dan tetap sesuai dengan jadwal yang kita rencanakan," ujar dia.
 
Menurut dia, memang untuk hal ini PT Krakatau Steel melakukannya agak marathon, di mana sebelumnya BUMN baja itu sudah melakukan restrukturisasi dari berbagai sisi dan sudah selesai sehingga sekarang masuk ke restrukturisasi bisnis dan juga Krakatau Steel untuk ke depan.
 
Sebelumnya PT Krakatau Steel (persero) Tbk telah menyelesaikan restrukturisasi utang senilai USD2 miliar atau sekitar Rp30 triliun. Restrukturisasi utang ini adalah restrukturisasi salah satu utang terbesar yang pernah ada di Indonesia. Kesepakatan restrukturisasi ini telah selesai ditandatangani seluruh kreditur pada 12 Januari 2020.
 
Restrukturisasi utang melibatkan 10 bank nasional, swasta nasional dan swasta asing. Penandatanganan persetujuan pembiayaan ini dilakukan untuk mendukung rencana transformasi bisnis dan keuangan Krakatau Steel menjadi lebih sehat.
 
Adapun beban bunga dan kewajiban pembayaran pokok pinjaman menjadi lebih ringan sehingga membantu perbaikan kinerja perusahaan dan memperkuat cashflow perusahaan. Proyek restrukturisasi ini berlangsung selama sembilan tahun (2019-2027), dalam jangka panjang diharapkan operasi perusahaan menjadi lebih baik.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif