NEWSTICKER
Ilustrasi Adhi Karya. Foto: Antara/Prasetyo Utomo
Ilustrasi Adhi Karya. Foto: Antara/Prasetyo Utomo

Garap 6 Proyek, Adhi Karya Bakal Terbitkan Right Issue

Ekonomi adhi karya
Annisa ayu artanti • 20 Februari 2020 13:50
Jakarta: PT Adhi Karya Tbk (ADHI) tengah mempersiapkan penambahan ekuitas untuk mengakomodir pengerjaan proyek-proyek yang totalnya bernilai Rp6 triliun.
 
Corporate Secretary Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan perusahaan berencana untuk melakukan penambahan ekuitas melalui skema right issue.
 
"ADHI berencana untuk melakukan penambahan ekuitas dengan skema rights issue," kata Parwanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu dalam rangka mempertahankan kepemilikan saham pemerintah sebagai pengendali, ia menuturkan, perusahaan mengajukan permohonan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun untuk tahun anggaran 2021 dan Rp2,9 triliun berasal dari dana publik.
 
Lebih lanjut, Parwanto menyebutkan, pada periode 2020-2024 ADHI merencanakan beberapa investasi dalam bidang infrastruktur.
 
Kegiatan investasi ini dicanangkan tidak hanya sebagai bentuk pengembangan peluang bisnis perseroan, tetapi juga sebagai partisipasi pada program pemerintah yang berfokus pada pembangunan infrastruktur nasional dan investasi sebagai pembuka kesempatan.
 
"Sejalan dengan maraknya proyek pembangunan infrastruktur, ADHI sebagai salah satu BUMN konstruksi, merasa hal tersebut merupakan peluang bisnis baru untuk lebih berkembang, salah satunya melalui program investasi pada proyek infrastruktur," jelasnya.
 
Adapun beberapa rencana proyek investasi yang bakal digarap perusahaan, Parwanto menyebutkan jalan Tol Solo-Yogyakarta, jalan Tol Solo-Bawen, jalan Tol enam Ruas Dalam Kota Jakarta, dan jalan Tol JORR Elevated.
 
Lalu, pembangunan prasarana kereta api loop line Jakarta, pengadaan air bersih dari Bendungan Karian untuk Jakarta Barat dan Tangerang Selatan, serta pengolahan limbah.
 
"Rencana pengembangan proyek-proyek investasi tersebut akan membutuhkan ekuitas sebesar Rp6 triliun," sebut dia.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif