Gandeng Pemprov Jabar, BJB Kucurkan Pinjaman Kredit Usaha
Direktur Utama BJB Ahmad Irfan. (FOTO: dok BJB)
Bogor: PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) meluncurkan program BJB Mesra, Masyarakat Ekonomi Sejahtera. Program pinjaman kredit usaha itu menyasar masyarakat yang berada di sekitar rumah ibadat yang ada di Jabar.

Direktur Utama BJB Ahmad Irfan mengatakan program BJB Mesra ditujukan untuk menumbuhkembangkan pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Bumi Pasundan. Diharapkan program itu mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Jabar.

"BJB sebagai regional champion berkewajiban untuk menggerakkan ekonomi umat dan menyejahterakan pelaku UMKM di sekitar rumah ibadat di wilayah Jawa Barat. Selain itu juga dapat membantu menyejahterakan masyarakat prasejahtera," ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 27 November 2018.

Program BJB Mesra, sambungnya, masyarakat ekonomi mikro yang ada di Jabar dapat tumbuh dan berkembang dengan memiliki usaha produktif. Di sisi lain, program tersebut diyakini mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman informal.

"Selain menambah pinjaman modal untuk usaha, masyarakat juga dapat menambah pengetahuan dan kemampuan berupa pelatihan manajemen usaha dan pelatihan mengelola keuangan," beber Irfan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengakui kehadiran program BJB Mesra dilatarbelakangi fenomena sosial di masyarakat yang minim akses pembiayaan. Kondisi itu membuat masyarakat ekonomi menengah ke bawah kerap terjerat pinjaman informal dengan bunga pinjaman yang tinggi.

"Dengan BJB Mesra warga cukup datang ke masjid atau rumah ibadat lainnya di desa atau kampungnya dan disetujui oleh pengurus rumah ibadat. Sisanya Bank BJB yang akan menindaklanjuti pinjaman tersebut," jelas Kang Emil, sapaan akrabnya.

Program ini merupakan pinjaman yang disalurkan kepada masyarakat Jabar dengan bentuk pinjaman tanpa agunan, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp5 juta per orang. Masyarakat Jabar dapat mengajukan Kredit Mesra dengan membentuk kelompok dengan anggota minimal 5 orang dan maksimal 10 orang serta direkomendasikan oleh pengurus rumah ibadatnya masing-masing.

Pinjaman ini ditujukan bagi pelaku UMKM di Jabar, khususnya usaha skala mikro dengan jangka waktu maksimal 12 bulan. Masyarakat yang berminat mengajukan pinjaman hanya menyiapkan persyaratan berupa KTP, KK, dan surat nikah.

Pinjaman ini hanya mengenakan biaya administrasi yang dibayar di muka dan kemudian hanya membayar cicilan pokok sampai jangka waktu pinjaman berakhir. Sebelum pinjaman diberikan, pelaku usaha yang memenuhi persyaratan akan terlebih dahulu diberikan seleksi pelatihan keuangan mikro guna meningkatkan kualitas pelaku UMKM di Jabar.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id