Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Kawasan Industri Makassar Bakal Diperluas 1.000 Ha

Ekonomi kawasan industri
Ilham wibowo • 18 Januari 2019 17:05
Jakarta: Kawasan Industri Makassar (KIMA) di Sulawesi Selatan dipastikan bakal mengalami perluasan hingga 1.000 hektare (ha). Lokasi yang hampir terisi penuh dengan 250 perusahaan ini dinilai potensial sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi.
 
"Lahan di KIMA sudah sangat terbatas atau bisa dikatakan lokasinya hampir habis terjual. Jadi, perlu perluasan lagi sehingga nanti mampu menampung banyak investor yang masuk," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019.
 
Area KIMA saat ini hanya menyisakan sekitar 33,45 ha dari total lahan seluas 270,84 ha yang digunakan untuk sektor industri. Menurut Airlangga, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah memberi lampu hijau untuk kawasan industri KIMA 2 di Kabupaten Maros sebagai bagian konsep pengembangan wilayah Makassar, Maros, Sungguminasa, Gowa, dan Takalar (Mamminasata).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menperin menjelaskan pihaknya mengakselerasi perluasan KIMA karena sejalan upaya pemerintah memacu pertumbuhan serta pemerataan industri dan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Apalagi, Indonesia sedang menjadi salah satu negara tujuan utama investasi sehingga diproyeksikan banyak pelaku industri yang bakal menanamkan modalnya.
 
"Sulawesi Selatan merupakan gerbang perekonomian di bagian timur Indonesia. Karena itu, Sulawesi Selatan butuh kawasan industri yang lebih luas lagi dari sekarang ini. Diproyeksikan penambahannya sebesar 1.000 ha," paparnya.
 
Kehadiran banyak investor yang masuk ke Sulawesi Selatan diyakini akan memberikan efek berantai yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Peningkatan nilai tambah bahan baku hingga penyerapan tenaga kerja lokal juga bakal terjadi.
 
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif. Saat ini, penerapan sistem Online Single Submission (OSS) secara terintegrasi telah dilakukan dalam memberikan kemudahan terhadap perizinan usaha dan penyediaan lahan di kawasan industri.
 
"Apabila investor masuk, kemudian melakukan pembebasan tanah sendiri, tentu prosesnya lebih lama. Tetapi kalau mereka masuk ke kawasan industri, sudah bisa langsung membuat pabriknya dan tersedia fasilitas penunjangnya," ungkap Airlangga.
 
Perluasan kawasan industri ini juga sejalan program utama pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Diharapkan pekerja lokal bakal terserap dengan maksimal di masa mendatang.
 
"Lapangan pekerjaan yang berkelanjutan itu salah satunya ada di sektor industri," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi