Setiap tahunnya, AirAsia menggunakan jasa influencer berdasarkan tren dan menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan (Foto:Shutterstock)
Setiap tahunnya, AirAsia menggunakan jasa influencer berdasarkan tren dan menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan (Foto:Shutterstock)

Influencer Marketing, Rahasia AirAsia Genjot Penjualan

Ekonomi airasia Social Media Week Jakarta
Gervin Nathaniel Purba • 14 November 2019 16:24

Jakarta: Kehadiran media sosial memengaruhi banyak sisi kehidupan. Salah satunya, cara beriklan. Sejak beberapa tahun terakhir, perusahaan mulai meninggalkan iklan konvensional dan beralih memanfaatkan jasa influencer untuk promosi di media sosial.
 
Influencer adalah para selebritas di internet. Cara ini lazim disebut sebagai influencer marketing atau pemasaran melalui influencer.
 
Forbes menyebutkan influencer marketing merupakan cara mengkapitalisasi jangkauan media sosial dengan membayar selebritas di internet, dengan tingkat ketenaran bervariasi untuk diunggah di akun media sosial mereka guna menjangkau followers.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Traackr mendefinisikan influencer marketing sebagai proses pengenalan, pencarian, hingga bentuk support untuk orang-orang yang bisa membuat brand, produk, atau servis agar diperbincangkan oleh konsumer.
 
Telah banyak perusahaan menggandeng influencer untuk mempromosikan produk maupun jasanya. Cara ini pun ditempuh oleh PT AirAsia Indonesia Tbk.
 
Travel blogger yang kerap mengunggah konten seputar pengalaman wisata dinilai mampu menggoda followers maupun konsumen untuk mengunjungi destinasi wisata serupa.
 
“Kenapa kami menggunakan influencer? Kami pakai untuk menciptakan demand. Bagaimana caranya membuat konten yang menggugah orang jadi ingin traveling,” ujar Social Media Executive AirAsia Aris Abdul Azis, kepada Medcom.id, ditemui pada Social Media Week (SMW) Jakarta 2019, di The Hall, Senayan City, Jakarta, Kamis, 14 November 2019.
 
Influencer akan menceritakan pengalaman traveling dan membagikannya dalam bentuk konten melalui platform media sosial. Peran influencer memberikan inspirasi kepada para pengikutnya agar timbul keinginan traveling.
 
“Kalau orang sudah punya demand, pasti ada rasa ingin beli tiket untuk pergi ke sana. Nah, mereka butuh transportasi. Dalam hal ini ada AirAsia,” ujar Aris.
 
Keterlibatan influencer ini diakui Aris, berpengaruh terhadap peningkatan penjualan tiket AirAsia. Influencer memberikan dukungan secara taktikal atau promosi.
 
Influencer Marketing, Rahasia AirAsia Genjot Penjualan
Social Media Executive AirAsia Aris Abdul Azis(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Setiap tahunnya, AirAsia menggunakan jasa influencer berdasarkan tren dan menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Pemilihan influencer pun disesuaikan dengan tema kampanye yang akan dijalankan.
 
“Dalam memilih influencer, kami juga akan melihat apakah mereka terikat dengan brand lain,” tuturnya.
 
Tahun ini, AirAsia Indonesia bekerja sama dengan ratusan influencer. Aris melihat tren influencer akan semakin berkembang dan masih akan digunakan pada tahun-tahun mendatang, seiring dengan meningkatnya perkembangan media sosial.


Komunikasi dengan Influencer


Dalam perjalanannya, menggandeng influencer untuk menghasilkan konten sesuai kebutuhan promo AirAsia, tak selalu berjalan mulus. Terutama karena influencer memiliki cara maupun standardisasi sendiri dalam memproduksi konten.
 
“Kalau kita maunya influencer melakukan satu hingga tiga hal sesuai dengan keinginan kita. Tapi kadang-kadang ya ada saja influencer yang mereka punya cara sendiri,” kata Aris.
 
Dalam kasus ini, pihaknya memperbolehkan influencer berimprovisasi dengan caranya. Asalkan, konten yang dihasilkan tetap sesuai dan muatan pesan tersampaikan dengan baik.
 
“Kebanyakan influencer yang bekerja sama dengan kami cukup kooperatif. Tapi kalau dibilang ada yang 'bandel,' ya ada saja,” katanya.
 
Sejauh ini, AirAsia Indonesia tidak pernah memberikan sanksi keras kepada influencer yang 'bandel.' Namun jika ada pertimbangan internal tertentu, kemungkinan tidak akan melanjutkan kerja sama dengan influencer tersebut pada tahun berikutnya.
 
"Kalau masih bisa ditolerir, tidak apa-apa. Yang penting perbanyak komunikasinya agar mereka juga tidak bingung, ada suatu arahan di luar briefing,” ucap Aris.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif