Ilustrasi BPJS. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Ilustrasi BPJS. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Masyarakat Bakal Banyak Turun Kelas BPJS Jika Tarif Naik

Ekonomi BPJS Kesehatan
Zakaria Habib • 18 November 2019 09:24
Jakarta: Penaikan iuran Badan Jaminan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga 100 persen akan mempengaruhi masyarakat. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad meyakini banyak masyarakat menurunkan kelas pelayanan.
 
"Masyarakat yang mau turun kelas memang kalau saya lihat pretensinya. Kalau dilihat dari kemampuan masyarakat akan turun rata-rata kelas 1 menjadi kelas 2 dan kelas 2 menjadi kelas 3. Kelas 3 tidak punya pilihan karena itu kelas yang paling bawah," kata Tauhid, Senin, 18 November 2019.
 
Tauhid memprediksi penurunan pelayanan kelas BPJS tak akan berlangsung drastis. Mereka yang sudah menggunakan pelayanan kelas 1 diyakini tak akan menggantinya langsung dengan kelas 3.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau saya lihat karena mereka sudah membayar Rp80 ribu selama ini, sementara mereka besok harus membayar Rp42 ribu, itu kan menurut saya agak susah, karena mereka sudah punya kemampuan yang lebih tinggi," ujarnya.
 
Tauhid memperkirakan masyarakat yang mengambil pelayanan BPJS kelas 1 cenderung akan tetap dan memilih menambah iuran. Terlebih, bila kenaikan iurannya tidak terlalu besar. Namun, mereka akan pindah kelas jika angka kenaikan iuran terlampau tinggi.
 
"Mereka mungkin akan menambah (iuran) menjadi Rp110 ribu karena kenaikan nya masih bisa mereka prediksi, masih sekitar 25% persen," kata dia.
 
Semestinya, kata Tauhid, penaikan iuran BPJS dilakukan secara bertahap kendati ada defisit Rp32 triliun. Pemerintah pada dasarnya memiliki alokasi dana cadangan penerima bantua iuran (PBI) sebesar Rp20 triliun pada 2020 yang bisa dimanfaatkan.
 
"Dana cadangan itu seharusnya bisa menambal kekurangan-kekurangan yang sebenarnya bisa mengurangi beban selisih daripada biaya pelayanan secara keseluruhan," ungkapnya.
 

(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif