Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Foto:MI/Rommy Pujianto.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Foto:MI/Rommy Pujianto.

Marwan: Pemda Harus Bantu Desa Transmigrasi Terdampak Kebakaran Hutan

Mohammad Adam • 31 Agustus 2015 19:41
medcom.id, Jakarta: Kebakaran hutan masih menjadi masalah serius bagi beberapa daerah di Indonesia ketika musim kemarau tiba. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada ratusan titik wilayah yang sangat rawan kebakaran hutan di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
 
Informasi kebakaran hutan terakhir terjadi di Desa Padauloyo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Kebakaran ini berada di dekat permukiman masyarakat desa dan wilayah permukiman transmigrasi.
 
Menanggapi hal ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, segera menginstruksikan agar masyarakat transmigran yang terkena dampai kebakaran hutan segera dibantu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masalah kebakaran hutan ini jelas-jelas akan merugikan masyarakat desa. Apalagi kebakaran di kecamatan Ampena Tete itu adalah wilayah transmigrasi. Kami akan bertindak cepat menanganinya. Jangan sampai hak-hak dasar masyarakat di sana tidak terpenuhi," ujar Marwan dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2015).
 
Bagi warga transmigran, lanjut Marwan, kebutuhan pokok sehari-hari seperti makan, sarana MCK, dan kebutuhan dasar lainnya akan dipenuhi. Sebab ini sudah menjadi bagian dari program transmigrasi yang direncanakan, bahwa kebutuhan dasar mereka dijamin hingga dinyatakan sebagai daerah mandiri.
 
"Kalau dampaknya kepada masyarakat desa, masyarakat transmigrasi, maka kami pasti ikut bertindak. Setidaknya jangan sampai pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di sana tidak terpenuhi. Makanya mari bersama-sama bantu saudara-saudara kita di desa yang kena musibah kebakaran hutan," katanya.
 
Adapun program yang bersifat penanganan kebakaran hutan dan program lainnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi secara koordinatif akan berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota, maupun kementerian/lembaga terkait lainnya. "Kami koordinasikan dengan Pemda setempat dan kemneterian terkait untuk penanggulangan kebakaran itu," imbuhnya.
 
Marwan menegaskan, pihaknya sejauh ini menjalankan program antisipasi terhadap masalah musim kemarau. Misalnya, membangun alat penampungan air di setiap desa, melakukan pengadaan sumur bor desa, serta membuat sumur besar bersama. Adapun bagi desa yang berada di kawasan hutan, kementeriannya telah membangun kerjasama dengan beberapa perusahaan BUMN seperti Perum Perhutani agar masyarakat desa bisa dilibatkan dalam pengelolaan hutan.
 
"Hutan ini kan anugerah Allah SWT yang sangat besar bagi negara kita, maka harus dimanfaatkan dan jangan sampai malah menjadi sumber bencana. Semua pihak harus ikut peduli pada masalah ini. Termasuk aparat penegak hukum, kalau ada yang terlibat secara sengaja dalam pembakaran hutan, maka harus ditangkap," kata Marwan.
 
Ia menjelaskan, daerah-daerah perbatasan, daerah rawan bencana dan rawan konflik termasuk daerah khusus yang mendapat perhatian dari kementerian. "Kita harus bekerja keras memberikan perhatian kepada daerah rawan bencana ini. Berbagai program memang harus diarahkan ke daerah khusus ini srbagaimana instruksi dari Presiden Jokowi," kata Marwan.
 
(ADM)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif